Translate

Senin, 07 November 2011

Cerpen Natal

Udah masuk bulan november..hurai..pasti udah pada sibuk2nya buat para pelayan Tuhan buat persiapan natal,kalau aku? hmm gag ada persiapan..udah beberapa minggu terakhir gag pelayanan gara2 sakit..nguprek2 cerpen natal jaman dulu..n jreng jreng dapet....sekalian dipost in lah mumpung sempet...tp ini cerpen waktu aku msih kelas 2 SMA waktu umur masih 16 tahun, udah 8 tahun yg lalu...jadi mohon maap kalau penulisannya juga ababil hihi...
     Malam Natal

            Tik Tik Tik Tik,sisa sisa rintikan hujan terdengar dengan jelas malam ini, hmmm aku menghelahkan nafas panjang,seperti malam malam sebelumnya, aku selalu termenung,diam dan terpaku sebelum tidur, entah perasaan aneh apa ini, setiap kali, aku selalu tidak bisa berhenti memikirkannya,,bahkan wajahnya seolah berputar putar di otakku, kadang aku memukul mukul sendiri kepalaku,tapi tetap saja semakin nyata semakin jelas,raut wajahnya menghiasi pikiranku...”God...rasa apakah ini??” aku bergumam sendiri...
Lelaki pengusik pikiranku itu adalah Ben,ntah kapan aku mulai menyukainya,mulai membayangkannya, melakukan hal2 yang kadang diluar logika, mulai senyum senyum sendiri seperti orang gila, dan yang lebih bodohnya,setiap kali aku berjalan,dan melihat orang seolah olah aku melihat wajahnyaa “aaarggg,stop” teriakku...
Sebelumnya aku tak pernah seperti ini,cowok bagiku hanya pembawa masalah,karna aku melihat banyak teman-temanku tersiksa karna mereka,No boys No cry mungkin itu slogan yg tepat!
            Pikiranku melayang,mengingat kembali saat saat pertama kali aku bertemu dengan Ben, “makasih” ucapku saat dia membantuku mengambil buku di rak paling atas saat kami sama2 berada di perpustakaan sekolah. Aku tak pernah melihatnya,karna kita memang beda kelas,dan aku adalah orang cuek,tak pernah memperhatikan murid murid di kelas lain.Kita pun berkenalan dan sejak itu kita jadi akrab,dan mulai menghabiskan waktu bersama.Aku ingat waktu itu aku bilang”Aku sayang sama kamu ben” hmm rasanya seluruh badan mendadak panas dan jantung berdegub kencang,saat aku mengucapkan kata-kata itu,entah apa yang membuat aku berani untuk mengatakan perasaan itu kepadanya.dia hanya menjawab “makasih” ,tanpa menjawab “iya” atau “tidak” dan ntah kenapa aku juga tidak mengatakannya lagi,pikirku yang penting dia tau perasaan aku.
Ini adalah minggu pertama di bulan Desember, hari-hari mendekati natal yang penuh sukacita, tapi hatiku resah entah kenapa...lama aku tak melihat Ben, Aku bingung, ntah apa yang ada dipikirannya,setiap kali aku menawarkan kebahagiaan,dia selalu menolak dengan alasan yang tidak logis,aku ingat peristiwa waktu kita sama2 akan pulang sekolah “Ben, apa sedikitpun kamu gag ada rasa buat aku?” tanyaku saat itu mengawali pembicaraan “Aku belum siap,” “Kenapa?”tanyaku minta penjelasan “Aku takut menyakitimu” hmm jawaban klasik yang masih akan terus diikuti kata mengapa dan mengapa,tapi sayangnya dia hanya memberi jawaban yang tak pasti “nanti juga kamu pasti mengerti”. Aku selalu berusaha untuk membahagiakan dia,mencintai dia,tp sepertinya dia hanya akan mengucapkan “makasih”.
 Malam ini aku kangeen banget,liburan sekolah telah tiba otomatis aku jarang bertemu dengan Ben,sms ataupun telp jarang atau bahkan sama sekali tak dijawabnya..huft aku jadi melamun panjang lebar gini
“Cha, Ben di rumah sakit” ucap sahabatku Melva..disebrang sana,sesaat setelah hpku berbunyi tanda panggilan masuk dan aku mengucapkan “halo”. ”haa??”lagi-lagi jantungku seolah berhenti berdetak,dan dada terasa sesak sekali,aku mencoba menghela nafas,”Ru ru ma sakit?” “iya cha,tadi aku tidak sengaja ketemu mamanya dan mamanya bilang ben ada di rumah sakit,sudah satu minggu. Aku tinggalkan lamunanku,Mama yang berusaha cari tau kenapa tiba2 aku buru2 tak kuhiraukan, yang ada dihatiku, dipikiranku, Ben Ben dan Ben..aku berlari,seperti orang gila,kegilaanku untuk kesekian kalinya gara-gara Ben, aku berusaha mencari angkutan umum ke arah Rumah Sakit tempat Ben dirawat,tapi sepertinya jalanan sudah sepi,hanya lampu yg berkelipan menghiasi jalan yg sunyi,dingin,hanya tubuhku yang panas,keringat bercucuran,tak ada angkutan laripun jadi pikirku,aku berlari sekencang mungkin,pikiranku aku benar2 takut kehilangan Ben, ada kekuatan dlm diri aku,untuk bisa berlari kencang tanpa lelah sedikitpun..Sesaat aku melihat sorot lampu yang sangat tajam ke arahku,aku berusaha memicingkan mataku..”Arrghhh.........” teriakku......
****
Alunan musik jingle bels lirih aku dengar, dengan mata yg tertutup perban, semua terasa gelap dan sunyi detak langkah kaki kudengar semakin dekat menghampiriku,”Chelsa,ini hari bahagiamu,saatnya melepaskan perbanmu,dan kamu akan mulai merasakan kembali indahnya dunia” ucap seseorang laki laki dengan suara yg mantab,dia membantuku duduk,tanpa menunggu lagi,satu persatu tangannya melepaskan setiap perban yang membalut kedua mataku,jantungku berdegub kencang,tak pasti,takut,bahagia,penasaran semua menjadi satu.”sudah chelsa buka matamu pelan-pelan” aku pun mengikuti saran dokter itu,ku buka mataku pelan pelan,awalnya terasa rabun,tapi makin lama makin jelas,aku bisa melihat senyum mama,papa,dan adikku si Zefa yang manis,semua terpancar rona kebahagiaan,tp ada sesuatu yg aneh dipandanganku,mama Ben, dia juga ada disni trus ben kemana..aku berusaha mencari,mengarahkan pandanganku kesemua arah tapi ben mana? ben bener2 gag ada..gumamku dalam hati ”bagaimana Chelsa?,kamu dapat melihat??”tanya dokter yang kini aku pun dapat melihat raut wajahnya dengan jelas tak hanya derap langkahnya, suaranya mengagetkan kebingunganku.Aku hanya menganggukkan kepala..Mama tanpa pikir panjang menuju kearahku dan memeluk aku “Puji Tuhan Chelsa,kamu dapat melihat trima kasih Tuhan” Jujur aku bahagia,tapi aku masih bingung,pikiranku masih tertuju kepada Ben,Zefa dan papa juga menghampiriku,Zefa adek kecilku bahkan berkata”asyeikk mbak echaa, udah bisa melihat kita bisa natal bersama horee” ucap polosnya yg masih berusia 6 tahun sambil memegang boneka teddy bear kesayangannya,aku cukup terharu, dan senang..
“Tante?” ucapku ke arah mama Ben yang sejak tadi menjadi penonton kebahagiaan aku dan keluargaku,disamping pula ada dokter dan perawat,aku melihat dia juga bahagia,tp meskipun senyum terpancar di raut wajahnya,air matanya tidak berhenti menetes..seperti antara bahagia dan sedih,Dia tak menjawab sepatah katapun,berjalan kearahku dan langsung membriku secarik surat.lama dia memandang ke arah mataku,ada rasa sayang yang dalam sekali aku rasakan,tapi aneh kenapa seperti ini?”Cha ini titipan Ben buat kamu”..dengan sedikit isak tangis dia memberikan surat itu,aku melihat dia seperti menahan air matanya,dengan gemetar aku menerimanya,setelah kupegang mama Ben langsung berbalik meninggalkanku spt berusaha menahan kesedihan...
*****
Malam natal 24 Desember 2004
Aku duduk termenung di kamarku,yaa ntah berapa lama aku tidak berada disini,kamar kesayanganku,tidak berubah,sedikitpun semuanya masih sama...
Aku mengambil secarik surat  yang tadi diberikan mama Ben buat aku...
“hai cha, makasih..heheh mungkin kamu bosan mendengar ucapan ini dari mulutku,tapi aku gag ada kata kata lain lagi cha ke kamu selain “makasih” makasih cha da buat aku jatuh cinta makasih, tapi maap aku tidak berani untuk mengatakan itu semua kepadamu,aku terlalu pengecut cha,takut,ya ketakutan selalu menghantui hidup aku..
sejak kecil aku sudah divonis mengalami kelainan jantung,dan umurku tidak akan panjang,pikirku buat apa aku memberi pengharapan kepada orang lain,kalau aku sendiri tak punya harapan buat hidup lebih lama..tapi bersama kamu, aku sadar cha kamu mengenalkanku banyak hal apa itu IMAN, apa itu KASIH, dan apa itu PENGHARAPAN,
aku bahagia cha bersamamu,tapi belum sempat aku mengucapkan kata kata itu jantungku dan tubuhku terlalu lemah untuk bertahan cha,maap
Aku melihatmu saat kamu syok histeris karna kamu kehilangan penghliatanmu,dan itu karna aku,cinta kamu yang begitu besar terhadapku,dan aku merasa sangat bersalah,aku yang tak pernah bisa membuatmu bahagia selain menggantungkan perasaan kamu cha,
,aku tidak bisa memberi jawaban yang menyenangkan hatimu,tapi sekarang aku bahagia karna sekalipun aku tidak ada bersama sama kamu secara nyata,tapi setidaknya sekarang aku dapat melihat apa yang kamu lihat,aku dapat merasakan apa yang kamu rasakan,bahkan setiap butiran air mata yang keluar dari matamu aku pun dapat merasakannya,tidak hanya sekarang bahkan sampai nanti,apapun yang kamu lewati akupun juga melewatinya,jaga kornea mata aku baik2 ya cha,mataku sehat koq,hanya itu yang bisa aku berikan ke kamu cha,aku pernah berjanji kan ke kamu kalau aku tidak akan meninggalkan kamu,sekarang aku tepatin cha aku akan selalu bersama kamu,walaupun hanya kornea mata aku,tapi setidaknya aku selalu bersama sama kamu cha,
Dan kali ini dibalik kelemahan aku saat aku tulis surat ini aku cuman mau bilang..Aku cinta kamu cha, aku sangat mencintai kamu,bahkan saat kamu bilang sayang ke aku,rasanya aku malu,harusnya aku yang pertama ucapkan kata kata itu,tapi aku hanyalah seorang pecundang yang terlalu takut menghadapi hidup...
Merry Cristmas cha...kita akan lewatin natal tahun ini, dan tahun tahun selanjutnya,bahkan sampai nanti..Tuhan ijinkan kita bersama...

Ben

Air mataku tak terbendung lagi, diiringi lagu Holy Night Maria Carey yg lirih,isakku semakin keras, “Benn..........!!” air mata ini membasahi tulisan indah ben,aku gag akan melupakan malam natal ini Ben gag akan,......!!


Merry X_mas n happy New Year..^^


Fair n Lovely Powder Cream 2-1, Bebas Kilap Seharian (Bye-bye bedak, helo wajah halus natural)

Memiliki pekerjaan yang diharuskan untuk ber- makeup setiap hari,  terkadang beban sendiri bagi saya secara pribadi, karena pa...