Udah masuk bulan november..hurai..pasti udah pada sibuk2nya buat para pelayan Tuhan buat persiapan natal,kalau aku? hmm gag ada persiapan..udah beberapa minggu terakhir gag pelayanan gara2 sakit..nguprek2 cerpen natal jaman dulu..n jreng jreng dapet....sekalian dipost in lah mumpung sempet...tp ini cerpen waktu aku msih kelas 2 SMA waktu umur masih 16 tahun, udah 8 tahun yg lalu...jadi mohon maap kalau penulisannya juga ababil hihi...
Malam Natal
Tik
Tik Tik Tik,sisa sisa rintikan hujan terdengar dengan jelas malam ini,
hmmm aku menghelahkan nafas panjang,seperti malam malam sebelumnya, aku
selalu termenung,diam dan terpaku sebelum tidur, entah perasaan aneh apa
ini, setiap kali, aku selalu tidak bisa berhenti memikirkannya,,bahkan
wajahnya seolah berputar putar di otakku, kadang aku memukul mukul
sendiri kepalaku,tapi tetap saja semakin nyata semakin jelas,raut
wajahnya menghiasi pikiranku...”God...rasa apakah ini??” aku bergumam
sendiri...
Lelaki pengusik pikiranku itu adalah Ben,ntah kapan aku
mulai menyukainya,mulai membayangkannya, melakukan hal2 yang kadang
diluar logika, mulai senyum senyum sendiri seperti orang gila, dan yang
lebih bodohnya,setiap kali aku berjalan,dan melihat orang seolah olah
aku melihat wajahnyaa “aaarggg,stop” teriakku...
Sebelumnya aku
tak pernah seperti ini,cowok bagiku hanya pembawa masalah,karna aku
melihat banyak teman-temanku tersiksa karna mereka,No boys No cry
mungkin itu slogan yg tepat!
Pikiranku
melayang,mengingat kembali saat saat pertama kali aku bertemu dengan
Ben, “makasih” ucapku saat dia membantuku mengambil buku di rak paling
atas saat kami sama2 berada di perpustakaan sekolah. Aku tak pernah
melihatnya,karna kita memang beda kelas,dan aku adalah orang cuek,tak
pernah memperhatikan murid murid di kelas lain.Kita pun berkenalan dan
sejak itu kita jadi akrab,dan mulai menghabiskan waktu bersama.Aku ingat
waktu itu aku bilang”Aku sayang sama kamu ben” hmm rasanya seluruh
badan mendadak panas dan jantung berdegub kencang,saat aku mengucapkan
kata-kata itu,entah apa yang membuat aku berani untuk mengatakan
perasaan itu kepadanya.dia hanya menjawab “makasih” ,tanpa menjawab
“iya” atau “tidak” dan ntah kenapa aku juga tidak mengatakannya
lagi,pikirku yang penting dia tau perasaan aku.
Ini adalah minggu
pertama di bulan Desember, hari-hari mendekati natal yang penuh
sukacita, tapi hatiku resah entah kenapa...lama aku tak melihat Ben, Aku
bingung, ntah apa yang ada dipikirannya,setiap kali aku menawarkan
kebahagiaan,dia selalu menolak dengan alasan yang tidak logis,aku ingat
peristiwa waktu kita sama2 akan pulang sekolah “Ben, apa sedikitpun kamu
gag ada rasa buat aku?” tanyaku saat itu mengawali pembicaraan “Aku
belum siap,” “Kenapa?”tanyaku minta penjelasan “Aku takut menyakitimu”
hmm jawaban klasik yang masih akan terus diikuti kata mengapa dan
mengapa,tapi sayangnya dia hanya memberi jawaban yang tak pasti “nanti
juga kamu pasti mengerti”. Aku selalu berusaha untuk membahagiakan
dia,mencintai dia,tp sepertinya dia hanya akan mengucapkan “makasih”.
Malam
ini aku kangeen banget,liburan sekolah telah tiba otomatis aku jarang
bertemu dengan Ben,sms ataupun telp jarang atau bahkan sama sekali tak
dijawabnya..huft aku jadi melamun panjang lebar gini
“Cha, Ben di
rumah sakit” ucap sahabatku Melva..disebrang sana,sesaat setelah hpku
berbunyi tanda panggilan masuk dan aku mengucapkan “halo”.
”haa??”lagi-lagi jantungku seolah berhenti berdetak,dan dada terasa
sesak sekali,aku mencoba menghela nafas,”Ru ru ma sakit?” “iya cha,tadi
aku tidak sengaja ketemu mamanya dan mamanya bilang ben ada di rumah
sakit,sudah satu minggu. Aku tinggalkan lamunanku,Mama yang berusaha
cari tau kenapa tiba2 aku buru2 tak kuhiraukan, yang ada dihatiku,
dipikiranku, Ben Ben dan Ben..aku berlari,seperti orang gila,kegilaanku
untuk kesekian kalinya gara-gara Ben, aku berusaha mencari angkutan umum
ke arah Rumah Sakit tempat Ben dirawat,tapi sepertinya jalanan sudah
sepi,hanya lampu yg berkelipan menghiasi jalan yg sunyi,dingin,hanya
tubuhku yang panas,keringat bercucuran,tak ada angkutan laripun jadi
pikirku,aku berlari sekencang mungkin,pikiranku aku benar2 takut
kehilangan Ben, ada kekuatan dlm diri aku,untuk bisa berlari kencang
tanpa lelah sedikitpun..Sesaat aku melihat sorot lampu yang sangat tajam
ke arahku,aku berusaha memicingkan mataku..”Arrghhh.........”
teriakku......
****
Alunan musik jingle bels lirih aku
dengar, dengan mata yg tertutup perban, semua terasa gelap dan sunyi
detak langkah kaki kudengar semakin dekat menghampiriku,”Chelsa,ini hari
bahagiamu,saatnya melepaskan perbanmu,dan kamu akan mulai merasakan
kembali indahnya dunia” ucap seseorang laki laki dengan suara yg
mantab,dia membantuku duduk,tanpa menunggu lagi,satu persatu tangannya
melepaskan setiap perban yang membalut kedua mataku,jantungku berdegub
kencang,tak pasti,takut,bahagia,penasaran semua menjadi satu.”sudah
chelsa buka matamu pelan-pelan” aku pun mengikuti saran dokter itu,ku
buka mataku pelan pelan,awalnya terasa rabun,tapi makin lama makin
jelas,aku bisa melihat senyum mama,papa,dan adikku si Zefa yang
manis,semua terpancar rona kebahagiaan,tp ada sesuatu yg aneh
dipandanganku,mama Ben, dia juga ada disni trus ben kemana..aku berusaha
mencari,mengarahkan pandanganku kesemua arah tapi ben mana? ben bener2
gag ada..gumamku dalam hati ”bagaimana Chelsa?,kamu dapat
melihat??”tanya dokter yang kini aku pun dapat melihat raut wajahnya
dengan jelas tak hanya derap langkahnya, suaranya mengagetkan
kebingunganku.Aku hanya menganggukkan kepala..Mama tanpa pikir panjang
menuju kearahku dan memeluk aku “Puji Tuhan Chelsa,kamu dapat melihat
trima kasih Tuhan” Jujur aku bahagia,tapi aku masih bingung,pikiranku
masih tertuju kepada Ben,Zefa dan papa juga menghampiriku,Zefa adek
kecilku bahkan berkata”asyeikk mbak echaa, udah bisa melihat kita bisa
natal bersama horee” ucap polosnya yg masih berusia 6 tahun sambil
memegang boneka teddy bear kesayangannya,aku cukup terharu, dan senang..
“Tante?”
ucapku ke arah mama Ben yang sejak tadi menjadi penonton kebahagiaan
aku dan keluargaku,disamping pula ada dokter dan perawat,aku melihat dia
juga bahagia,tp meskipun senyum terpancar di raut wajahnya,air matanya
tidak berhenti menetes..seperti antara bahagia dan sedih,Dia tak
menjawab sepatah katapun,berjalan kearahku dan langsung membriku secarik
surat.lama dia memandang ke arah mataku,ada rasa sayang yang dalam
sekali aku rasakan,tapi aneh kenapa seperti ini?”Cha ini titipan Ben
buat kamu”..dengan sedikit isak tangis dia memberikan surat itu,aku
melihat dia seperti menahan air matanya,dengan gemetar aku
menerimanya,setelah kupegang mama Ben langsung berbalik meninggalkanku
spt berusaha menahan kesedihan...
*****
Malam natal 24 Desember 2004
Aku
duduk termenung di kamarku,yaa ntah berapa lama aku tidak berada
disini,kamar kesayanganku,tidak berubah,sedikitpun semuanya masih
sama...
Aku mengambil secarik surat yang tadi diberikan mama Ben buat aku...
“hai
cha, makasih..heheh mungkin kamu bosan mendengar ucapan ini dari
mulutku,tapi aku gag ada kata kata lain lagi cha ke kamu selain
“makasih” makasih cha da buat aku jatuh cinta makasih, tapi maap aku
tidak berani untuk mengatakan itu semua kepadamu,aku terlalu pengecut
cha,takut,ya ketakutan selalu menghantui hidup aku..
sejak
kecil aku sudah divonis mengalami kelainan jantung,dan umurku tidak
akan panjang,pikirku buat apa aku memberi pengharapan kepada orang
lain,kalau aku sendiri tak punya harapan buat hidup lebih lama..tapi
bersama kamu, aku sadar cha kamu mengenalkanku banyak hal apa itu IMAN,
apa itu KASIH, dan apa itu PENGHARAPAN,
aku bahagia cha
bersamamu,tapi belum sempat aku mengucapkan kata kata itu jantungku dan
tubuhku terlalu lemah untuk bertahan cha,maap
Aku
melihatmu saat kamu syok histeris karna kamu kehilangan
penghliatanmu,dan itu karna aku,cinta kamu yang begitu besar
terhadapku,dan aku merasa sangat bersalah,aku yang tak pernah bisa
membuatmu bahagia selain menggantungkan perasaan kamu cha,
,aku
tidak bisa memberi jawaban yang menyenangkan hatimu,tapi sekarang aku
bahagia karna sekalipun aku tidak ada bersama sama kamu secara
nyata,tapi setidaknya sekarang aku dapat melihat apa yang kamu lihat,aku
dapat merasakan apa yang kamu rasakan,bahkan setiap butiran air mata
yang keluar dari matamu aku pun dapat merasakannya,tidak hanya sekarang
bahkan sampai nanti,apapun yang kamu lewati akupun juga melewatinya,jaga
kornea mata aku baik2 ya cha,mataku sehat koq,hanya itu yang bisa aku
berikan ke kamu cha,aku pernah berjanji kan ke kamu kalau aku tidak akan
meninggalkan kamu,sekarang aku tepatin cha aku akan selalu bersama
kamu,walaupun hanya kornea mata aku,tapi setidaknya aku selalu bersama
sama kamu cha,
Dan kali ini dibalik kelemahan aku saat
aku tulis surat ini aku cuman mau bilang..Aku cinta kamu cha, aku sangat
mencintai kamu,bahkan saat kamu bilang sayang ke aku,rasanya aku
malu,harusnya aku yang pertama ucapkan kata kata itu,tapi aku hanyalah
seorang pecundang yang terlalu takut menghadapi hidup...
Merry
Cristmas cha...kita akan lewatin natal tahun ini, dan tahun tahun
selanjutnya,bahkan sampai nanti..Tuhan ijinkan kita bersama...
Ben
Air
mataku tak terbendung lagi, diiringi lagu Holy Night Maria Carey yg
lirih,isakku semakin keras, “Benn..........!!” air mata ini membasahi
tulisan indah ben,aku gag akan melupakan malam natal ini Ben gag
akan,......!!
Merry X_mas n happy New Year..^^