Translate

Jumat, 04 November 2011

Maap aku bodoh

Maap, Aku bodoh !
aku cinta kamu La,”, sebuah sms singkat dari Egan mengagetkanku, hmm langganan tiap pagi selalu gini, kata kata cinta Egan udah nangkring di hp aku... seperti sebuah alaram yang rutin membangunkan tidurku,..Ya Egan adalah pacarku selama 1 bulan ini, temen 1 kampus,1 jurusan dan 1 kelas. Kadang aku sendiri juga gag sadar kenapa aku menerima cintanya begitu saja, padahal aku ini termasuk orang yang selektif dalam hal pacaran, dan sangat pemilih, tapi saat Egan bilang cinta, rasanya seperti terhipnotis dengan senyum lesung pipitnya sampai aku bilang iya aku mau tanpa harus berfikir panjang. Dia pacar yang menyenangkan, mungkin iya awalnya, tapi entah kenapa minggu minggu ini dia jadi aneh, jadi sering bilang sayang, dan cinta berkali kali, gag di sms, di telp, di akun jejaring sosial, apalagi kalau ketemu langsung, selalu bilang, “Kila, aku cinta kamu, cinta banget””Luv U” kalau aku bisa hitung dengan cermat, ntah sudah berapa ratus kata dalam sehari dia ucapkan kalau dia cinta sama aku...ahh mungkin gag sampai segitu, tapi emang banyaakkk bangeet de! harusnya tanpa dia ngomong berkali kalipun aku tahu koq kalau dia cinta aku,, kalau terus terusan malah bikin bosan, ibaratnya dikasih makan tapi porsinya berlipat, jadi berasa mau muntah dan bikin eneg.
Awalnya aku suka tp lama lama aku merasa terganggu, sangat!! kalau tiap menit selalu dikagetkan oleh bunyi ringtone sms masuk di hp, dengan kata kata cinta yang intinya sama. Siapa yang ga bosen??? Kuakui dia cakep, yaa lumayan pinterlah, tapi tetap saja sikap alaynya itu bikin gag nyaman, sangat pantas dapet julukan pacar terlebay dan ter alay yang pernah kudapat, gimana gag baru baru ini dia nglakuin hal bodoh, berada ditengah taman dengan microphone sambil bacain puisi alaynya itu di depan semua teman teman kampus bukan hanya yang satu angkatan, tapi di depan semua penghuni kampus, bisa dibayangkan seperti apa malunya disorakin dengan semua orang, termasuk para dosen, bahkan ibu kantin dan pak kebun plus satpam gag ketinggalan menyaksikan kelakuan gila Egan, mukaku saat itu seperti kepiting rebus dan tubuh aku panas menahan rasa malu, sudah tahu aku paling gag suka dengan puisi cinta, tapi tetep saja seakan gag mau tahu dan ga ingin tau, apalagi aku gag pernah membayangkan kalau dia bakal senekat itu membacakan puisi cintanya di depan semua orang, “GILA” saat itu aku hanya bisa marah marah di depan dia dan mengancam akan memutuskan hubungan. Tapi dia hanya tersenyum sambil bilang “maap aku memang bodoh sayang” dengan gaya slengekan dan culunnya, plus cengar cengir tanpa dosa, Entah kenapa aku bisa luluh dan akhirnya memaapkan dia, Tapi tetap saja gag berubah, dia masih seperti anak puber yang baru mengenal jatuh cinta, gag sadar apa dia kalau dia itu sudah dewasa udah kepala dua, harusnya mikirin skripsi dan kapan lulus, ahhh....kenapa harus buang buang waktu hanya untuk hal hal bodoh itu! Kekanak kanakkan...
****
Pagi ini Egan gag menjemputku ke kampus, dia bilang ada urusan, baguslah, paling gag aku gag dengerin ucapan dia setiap menit bilang kalau dia cinta sama aku. Pusing mendengarnya.. “Kilaaaa........” sebuah teriakan dari arah samping memangil namaku, aku melongak ke arahnya, dan nampak Iren melambaikan tangannya, dengan berlarian kecil aku menghampirinya. “Hei” sapaku ke Iren. “Cowok kamu tuw, bikin tingkah lagi di kampus,,aduh kamu pelet pakek apa sih dia?? Sampai segitu cinta matinya sama kamu,hehehhe” ucap Iren sedikit ketawa, aku terbegong.. Egan??? Ngapain lagi si dia??,gag capek apa bikin aku malu dan diledekin terus terusan, aduhhhh. “Emang dia ngapain ren??” tanyaku penasaran dan mata ini tak lepas mencari cari Egan. “ Tuh liat di aula atas, bawa gitar,kayaknya mau nyanyi itu dia” jawab Iren “ha??” aku kaget tanpa berfikir panjang aku langsung berlari menaiki tangga dan mencegah aksi gila Egan. Sedikit ngos ngosan, dan keringat yang mulai bercucuran aku menemui Egan, sedikit emosi aku menghampirinya, sudah kelewat batas pikirku “Gan??” sapaku “ sayang??” Dia kaget, dengan mata melotot dan mulut yang mengangah “mau ngapain lagi??” tanyaku ketus,” Aku cuman tunjukkin sayang aku koq, aku mau nyanyi buat kamu hehhe” ucapnya tetap dengan nada tanpa dosa dan cengar cengir. “Udah gan...gila... kamu gilaaa, dan lama lama aku bisa gila juga dengan tingkah anehmu. Makasih buat semua hal yang kamu lakuin buat aku, AKu tahu kamu cinta sama aku, aku juga, tapi gag seperti ini....emang kamu gag malu apa diketawain terus terusan?? kamu bukan ABG lagi gan..udah lebih baik kita putus aja, aku malah akan membuat kamu lebih gila lagi kalau masih sama kamu.” Ucapku pergi berlari ke bawah meninggalkan Egan yang saat itu berteriak teriak memanggil namaku, aku tetap saja berlari seolah tak mendengar teriakan Egan. Tak peduli, aku capek, mungkin cintaku tak sedalam cintanya Egan, tapi kenapa dia harus melakukan hal hal bodoh yang mempermalukan dirinya??,kenapa dia senang ditertawakan orang??..semoga kamu ngerti gan, kalau aku cuman ingin kamu dewasa. Aku menuju ke kelas seolah gag terjadi apa apa, aku berusaha menenangkan pikiran aku, aku melihat bangku Egan kosong, kemana dia??,apa aku sangat menyakiti dia??, aku mulai mengkawatirkan dia, tapi ah sudahlah, mungkin dia lagi merenung tentang semua kelakukan buruknya, berusaha untuk tidak berfikir aneh aneh, aku lewati hari ini.
“Maafin aku yaa Kila..” ucap Egan dengan wajah memelas.”Hmm?/” aku masih acuh, tapi sebenarnya dalam hati senang kalau Egan minta maap seperti ini, berarti dia sudah menyesali kesalahannya. “Ini aku masakin nasi goreng kesukaanmu, tadi aku berangkat pagi pagi, kamu kan jarang sarapan pagi..” Egan membuka tempat makan mungil berwarna ungu dan memberikannya dengan senyuman. Ya ampun, sempat sempatnya dia masak buat aku, Egan kamu memang baik, tapi tolong jangan berlebih mencintai aku, aku takut kamu kecewa, “Hei, sayang koq nglamun??,kita kan tetap pacar, ya kan?? Kemaren kamu cuma bercanda kan??denger aku gag akan mau putus sama kamu, enak aja! heheh” kali ini senyumnya makin lebar “ayoo aa...” ia bermaksud ingin menyuapiku. “udah gan...jangan perlakukan aku kaya anak kecil, aku buru buru, ntar aku makan yaa, makasih.” Ucapku . Aku meninggalkannya dengan cuek, hanya senyum tipis kuarahkan ke dia, entah kenapa apa aku ini memang mulai bosan dengannya atau apa, ahh tetapi memang inilah sifatku cuek dan gag mau tau.
***
Sudah 1 minggu Egan menghilang ntah kemana..aku berusaha mencari tahu ke rumahnya,gag pernah ada orang, kata penjaga rumahnya dia keluar kota bersama keluarganya, aneh!! hpnya gag pernah aktif, ahh aku mulai merindukannya, kehilangan! yaa aku benar benar kehilangan sosoknya yang unik itu.. Aku sudah pusing dan habis akal, aku kangen tingkah kocaknya dia, membawakan bekal makanan setiap kuliah pagi, ucapan cintanya, kemana semua itu, ahh ini semua memang salahku, sekarang Tuhan benar benar buat Egan menghilang. Getaran Hp mengagetkan lamunanku, sebuah no yang tak dikenal menelpon, aku berfikir sejenak, “Halo,,” ucapku “Kila??” suara dari sebrang suara seperti seorang Ibu memanggilku “Yaa, saya kila siapa yaa?/” balasku benar benar tak mengenal suara ini. “ Bisa datang kesini sayang, kerumah Egan, ini mamanya Egan” Seketika itu juga aku kaget plus gembira akhirnya Egan pulang, bukan akhirnya aku bisa ketemu Egan, suasana hati masih bercampur aduk. “Bisa bisa tante, beberapa menit lagi saya sampai” jawabku penuh antusias karena memang rumah Egan tak jauh dari kampus. Aku sudah sampai di depan rumah Egan, seorang adik kecil sepertinya berusia 5 tahunan yang cantik dan manis, beramput keriting sebahu berlarian menghapiriku “Mbak kila??, pacarnya mas Egan??” ucap polosnya. “hei, iya adek, Mas Egan mana??” “Ayo Mbak ikut aku” balasnya menggandeng tanganku “Ssst kak Egan lagi bobo, kata dokter dia harus banyak banyak istirahat” Asli pemandangan ini sangat tidak mengenakkan, cowok segila Egan dan sekuat Egan harus terbaring tak berdaya dengan jarum infus ditangannya. Air mataku mulai menetes, bingung, campur aduk Egan kenapa Egan Kenapa?? Kenapa seperti ini?? “Mas Egan, selalu cerita sama aku, kalau aku harus jadi cewek yang kuat dan pintar seperti mbak Kila, mbak Kila ternyata emang cantik.” Ucapnya sambil berbicara terbata bata dengan polosnya dan tersenyum kearaku memandangiku, akupun tersenyum dengan perasaan aneh. “Mas Egan kenapa dek??” ucapku sambil menahan air mata. “Kila??” belum sempat adek Egan menjawab, ada yang menyapaku, dibalik pintu, ya dia mama Egan, “bisa bicara sebentar?” dengan langkah yang lamban aku menghampiri Mama Egan, “Chika..Chika jagain Mas Egan dulu yaa, Mama mau ngomong sama Mbak Kila” ucap Mamanya ke gadis kecil yang menggandeng tanganku dan ternyata bernama Chika. Chika langsung melepaskan gandengan tangannya, tersenyum ke arahku dan berlarian dengan polosnya menuju kamar Egan “duduk Kila...” ucap mama Egan. “Kamu pasti kaget, sama keadaan Egan, Egan minta supaya tante gag ngasih tahu kamu,tapi entah kenapa tante ingin menghubungi kamu Kila, tante yakin kamu pasti kangen sama Egan. dan tante gag ingin menyembunyikan lagi. Apalagi umur Egan gag lama, dokter sudah angkat tangan, kalau boleh rasanya tante ingin sekali menggantikan penderitaan Egan, ini memang salah tante, dari lahir Egan memang memiliki kelainan jantung, bahkan sejak dalam kandungan, dokter menyarankan untuk digugurkan, tapi tante tetap mempertahankan Egan, sampai Egan lahir dan berusia 20 tahun, sekarang” Mamanya tidak bisa melanjutkan ceritanya,dia hanya menangis tersedu seduh, sedangkan aku, kepalaku seperti dipukul palu yang besar, rasanya sampai berkunang kunang, lemes, kaget, sedih, bingung gag trima,, semuanya campur aduk. Masih gag percaya dan gag terima sesak didada ini rasanya sudah tidak bisa ditahan, dan akhirnya air mataku pecah. AKu gag bisa berbuat banyak disaat Egan sedang terbaring lemah tak berdaya, betapa bodohnya aku ini menyia nyiakn cinta Egan, benar benar bodoh.
Inilah yang bisa kulakukan, setiap pagi sebelum berangkat kuliah aku menjenguk Egan, membisikkan kata luv u di telinganya, berharap dia juga merasakan dan mendengarnya, atau sebuah keajaiban dia bangun dan kembali sehat, kembali melakukan hal hal gilanya, aku mau aku trima. Dengan meneteskan air mata aku selalu berkata “Aku mencintaimu..aku sangat mencintaimu, bangun Egan” berharap sebuah keajaiban untuk kesembuhan Egan, tapi ternyata Tuhan berkehendak lain. Tepat satu minggu kamar Egan nampak sunyi, sepi, kekosongan dan kehampaan benar benar terasa, dia telah pulang ke tempat yang lebih nyaman, dan aku yakin Tuhan lebih sayang kepadanya sehingga dia harus pulang cepat, sekarang aku hanya bisa melihat senyumnya di balik potho, bukan secara nyata,,dan kata kata luv u yang selalu menggangguku itu tidak akan ada lagi untuk selamanya, tangisan ini semakin memuncak,, AKu terduduk lemas di lantai kamar Egan. Chika menghampiriku dengan polosnya “Mbak Kila.....jangan nangis lagi yaa, kata mas Egan mbak Kila itu orangnya kuat, gag cengeng,” Aku mengusap air mataku sambil tersenyum perih ke arah Chika. “Mas Egan selalu bilang sama Chika kalau Chika gag boleh cengeng. Makanya Chika sekarang gag cengeng ya kan mbak??” lanjutnya. Aku hanya memeluk Chika, dan mengelus rambutnyaa.. maap gan maap aku gag bisa ngasih yang terbaik disaat saat terakhir kamu, maap....
Aku tahu waktuku tidak lama lagi,
Aku tahu Tuhan!!,
Rasanya tak adil, sangat!!
Tapi apa dayaku???
Ijinkan aku mencintainya
Meskipun waktuku tak lama
Ijinkan aku......
Mengatakan kata kata cinta berulang kali
Aku tahu ini egois,
Tapi aku hanya ingin meninggalkan sebuah kenangan untuknya.
Tak sengaja Aku membaca lagi coretan puisi Egan, ahhh selama ini aku selalu terganggu dengan kata kata cinta Egan, selalu benci, sebel, menganggap egan GILA, padahal semua ini hanya untuk menunjukkan rasa cintanya ke aku, disaat waktunya tidak banyak. Maap gan, bukan kamu yang bodoh tapi aku, aku yang bodoh tak pernah menyadari cintamu, dan gag pernah menyadari kalau kata kata cinta itu benar benar berarti buatmu..Air mataku pecah, dan tangisanku tetap tak bisa membuat Egan kembali....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Fair n Lovely Powder Cream 2-1, Bebas Kilap Seharian (Bye-bye bedak, helo wajah halus natural)

Memiliki pekerjaan yang diharuskan untuk ber- makeup setiap hari,  terkadang beban sendiri bagi saya secara pribadi, karena pa...