Kayaknya perlu aku posting nih..cz siapa tahu bermanfaat...^^
Kayak matematika aja ada rumusnya. Rumus cinta itu gunanya sebagai rules
dalam kamu berpacaran. Nie rumus-rumus cinta ala Kak Budi Abdipatra
penulis buku Love Without Loose. Apa aja?
1. Kalau pacaran jangan eksklusif
Arti (1) cuma berdua terus. Intensitas ketemuannya tinggi sekali. Kata nenek, "ini berbahaya."
Arti
(2) tidak bisa diberi masukan. Terlalu asyik berdua. Dipikir dunia
milik berdua saja yang lain ngontrak. Sehingga sulit ditembus oleh
teman-teman yang lain. Alhasil hubungannya tidak bisa diberi masukan.
Rekan
muda, anak Tuhan itu harus hidup dalam terang. So, hubungan dengan
lawan jenis pun musti bisa dilihat oleh orang lain. Bagaimana bisa jadi
berkat kalau hubungannya terlalu eksklusif?
2. Pacaran untuk menikah
So, pacaran bukan untuk sekya-sekya (anak-anak atau yang masih kecil-kecil). Karena yang dibutuhkan komitmen bukan main-main.
3. Sebelum pacaran tanya dulu ke Tuhan siapa yang jadi pasangan hidupku
Pacaran
yang sehat musti sudah tahu pasangan hidupnya. Jadi bukan ajang
coba-coba; tidak cocok ganti. Tanya dulu sama Tuhan! Ini penting!
Lewatkan ini, maka kematian menanti.
4. Kekudusan mutlak! Tidak ada kompromi
Kudus adalah kudus. Hubungan yang sehat harus menghargai tubuh pasangan kita.
5. Sebelum pacaran musti orang tua dan pemimpin rohani dah setuju
Anak Tuhan tidak boleh backstreet. Anak terang kok backstreet? Konyol sekali....
Tujuan Pacaran Yang Alkitabiah
1.
Sebagai tempat untuk saling membangun, menguatkan, mengenal dan
melayani Tuhan. Bukan menyakiti satu sama lain. Apalagi memanfaatkan
satu sama lain. Kalau punya pacar dan hubungan dengan Tuhan porak
poranda, bahkan malas untuk ikut komsel dan ibadah - itu sudah tidak
betul!
2. Sebagai tempat untuk semakin mengenal lebih dalam -
kelebihan dan kelemahan. Bangun persahabatan, karena pernikahan adalah
persahabatan seumur hidup.
3. Sebagai alat untuk memuliakan
Tuhan. Kalau hubungan kita baik, kudus, pelayanan oke, kuliah top
banget, siapa yang nggak mau? Ini yang akan memuliakan Tuhan. Kalau
hubungan atau pacaran menghasilkan hamil di luar nikah, mana bisa jadi
berkat? Kutuk yang mampir lah...
Setelah tau tentang tujuan
pacaran dan peraturan-peraturan apa aja yang musti ditaati dalam
beracaran. Sekarang, kak Budi Abdipatra penulis buku Love Without Loose
juga bakal mengupas tentang aturan waktu pertemuan. Haaaaah?? Ya amplop
ya prangko! Lebay deh ah...masa' pacaran aja diatur kayak gitu seh? Hem,
guys...kita musti inget lagi mengenai tujuan pacaran itu untuk apa.
Pacaran bukanlah ajang untuk menyeleksi pasangan hidup, tapi persiapan
untuk pernikahan.
Atur Waktu Bersama
Hubungan
pria dan wanita adalah hubungan yang paling khusus dan indah, namun
sekaligus menyediakan suatu dorongan fisik yang terkuat dari manusia.
So...dating/ pacaran harus dijaga. Salah satu pengaman yang
menyelamatkan dating yang sedang dibangun adalah, mengatur waktu
pertemuan atau waktu bersama. Maksudnya, mengatur waktu pertemuan dengan
pasangan secara berdua.
Menurut penelitian Jim Talley,
batas keintiman hubungan pria dan wanita sebelum hubungan seksual (titik
paling berbahaya) adalah keintiman yang dicapai dalam
pertemuan-pertemuan sebanyak 300 jam dalam waktu 7 bulan. Lebih dari
ini, maka bisa dipastikan bahwa, tiba-tiba hubungan yang dibangun sudah
mengalami hubungan seksual sebelum menikah.
Jadi, kalo
pria dan wanita yang melakukan dating intens sekali di dalam
pertemuannya sehingga cepat sekali mencapai 300 jam kurang dari 7 bulan,
bisa dipastikan kalo hubungan itu tiba-tiba akan terjebak di dalam
keterlibatan fisik yang berat.
Jim Talley memberikan rumus yang sederhana untuk menyelamatkan hubungan dari kejatuhan di dalam dosa seksual,
Jumlah jam pertemuan per minggu = 300 : (4 x waktu dating*)
*Waktu
dating yang dimaksud disini adalah, waktu ketemu berdua sebelum masuk
ke dalam pernikahan. Misal, Rudi Sudjarwo adalah mahasiswa yang baru
lulus skripsi dan tiga bulan kemudian dia memutuskan dating dengan Susi
Widjanarko seorang mahasiswi yang sedang menyelesaikan skripsinya.
Mereka berencana tiga tahun lagi memasuki pernikahan.
Di
dalam pendampingan yang dilakukan oleh Youth pastor, disarankan untuk
menjaga waktu bersama. Sang pemimpin menggunakan rumus yang diberikan
oleh Jim Talley di dalam pendampingannya. Akhirnya, hasilnya pun
diperoleh seperti berikut.
Jumlah jam pertemuan per minggu = 300 : (4 x waktu dating*)
300:(4 x 36 bulan) = 2,1 jam/minggu
Jadi akan diperlukan waktu 36 bulan (3 tahun) untuk mencapai 300 jam apabila pertemuannya 2,1 jam per minggu.
Perencanaan
waktu yang baik dalam pertemuan dengan pasangan (pertemuan yang hanya
dilakukan berdua bukan bertemu di dalam komunitas), akan menyelamatkan
sebuah hubungan dari keintiman yang terlalu cepat. Keintiman yang
terlalu cepat inilah yang sering menjebak dan menjatuhkan anak-anak muda
untuk melakukan hubungan seks di luar pernikahan.
Pertemuan
yang terlalu intens akan memicu hasrat yang kuat untuk mencoba hal-hal
yang berbahaya, karena sepertinya mereka merasa sudah terlalu dekat dan
cocok. Akibatnya bisa ditebak betapa banyak anak-anak muda jatuh di
dalam fantasi seksual, percabulan dan bahkan melakukan hubungan seks di
luar nikah.
Trus...buat apa seh kita bikin rumus-rumus
pertemuan kayak gini? Kak Budi mengatakan, perencanaan waktu bersama ini
punya tujuan, agar pasangan kita bisa bertumbuh. Menjaga pertemuan
pribadi, berarti kita turut memberkati pasangan kita dengan cara ;
1. Mengijinkan pasangan kita bertumbuh
Salah
satu ciri dating yang sehat adalah mengijinkan pasangan yang Tuhan
berikan untuk mengalami terobosan di dalam kehidupan kerohaniaannya
bersama dengan Tuhan. Karena tanpa pengalaman pribadi yang begitu kental
di dalam Tuhan, maka hubungan yang dibangun tidak memiliki dasar yang
kuat. Bahkan harusnya, masing-masing pasangan saling mendorong, saling
menginspirasi dan saling berlomba untuk bertumbuh.
2. Mengijinkan pasangan kita menjadi seperti apa yang Tuhan mau
Salah
satu statemen yang disampaikan oleh Pastor Brian Houston yang sangat
memberkati hidup kak Budi saat pernikahannya adalah, mengijinkan penuh
istrinya untuk menjadi seperti apa yang Tuhan mau, bukan seperti yang ia
mau. Seringkali dengan mengelola waktu bersama di dalam dating, akan
memberikan ruang dan kesempatan untuk setiap pasangan mengerti rencana
Tuhan secara total.
Percayalah rekan-rekan muda, apabila
dating yang engkau jalani mengijinkan hal ini terjadi, maka investasimu
tidak akan pernah kembali sia-sia. Karena engkau akan mendapatkan
pasangan yang diberikan kepadamu menjadi seseorang yang totally
different karena Kristus.
3. Mengejar panggilannya
Tuhan
memiliki rencana yang begitu spesifik, unik dan luar biasa untuk
digenapi semasa hidup kita. Ijinkan pasangan kita untuk mengejar
panggilan-Nya/ melakukan rencana Tuhan atas hidupnya. Kalo bisa,
dukunglah ia melalui visi yang Tuhan beri padanya. Ketika mengijinkan
pasangan kita mengejar panggilan-Nya, saat itu juga kita akan
mendapatkan seseorang yang begitu bergairah, begitu bersemangat, begitu
antusias, begitu gembira dan begitu puas di dalam hidupnya.
4. Mengembangkan hubungan yang sehat dengan komunitasnya
Dating yang sehat apabila masing-masing pasangan mengijinkan pasangannya untuk memiliki komunitas pendukung bagi pertumbuhannya.
