Translate

Senin, 07 November 2011

Rumus2 cinta


Kayaknya perlu aku posting nih..cz siapa tahu bermanfaat...^^
Kayak matematika aja ada rumusnya. Rumus cinta itu gunanya sebagai rules dalam kamu berpacaran. Nie rumus-rumus cinta ala Kak Budi Abdipatra penulis buku Love Without Loose. Apa aja?

1. Kalau pacaran jangan eksklusif
Arti (1) cuma berdua terus. Intensitas ketemuannya tinggi sekali. Kata nenek, "ini berbahaya."
Arti (2) tidak bisa diberi masukan. Terlalu asyik berdua. Dipikir dunia milik berdua saja yang lain ngontrak. Sehingga sulit ditembus oleh teman-teman yang lain. Alhasil hubungannya tidak bisa diberi masukan.
Rekan muda, anak Tuhan itu harus hidup dalam terang. So, hubungan dengan lawan jenis pun musti bisa dilihat oleh orang lain. Bagaimana bisa jadi berkat kalau hubungannya terlalu eksklusif?

2. Pacaran untuk menikah
So, pacaran bukan untuk sekya-sekya (anak-anak atau yang masih kecil-kecil). Karena yang dibutuhkan komitmen bukan main-main.

3. Sebelum pacaran tanya dulu ke Tuhan siapa yang jadi pasangan hidupku
Pacaran yang sehat musti sudah tahu pasangan hidupnya. Jadi bukan ajang coba-coba; tidak cocok ganti. Tanya dulu sama Tuhan! Ini penting! Lewatkan ini, maka kematian menanti.

4. Kekudusan mutlak! Tidak ada kompromi
Kudus adalah kudus. Hubungan yang sehat harus menghargai tubuh pasangan kita.

5. Sebelum pacaran musti orang tua dan pemimpin rohani dah setuju
Anak Tuhan tidak boleh backstreet. Anak terang kok backstreet? Konyol sekali....

Tujuan Pacaran Yang Alkitabiah

1. Sebagai tempat untuk saling membangun, menguatkan, mengenal dan melayani Tuhan. Bukan menyakiti satu sama lain. Apalagi memanfaatkan satu sama lain. Kalau punya pacar dan hubungan dengan Tuhan porak poranda, bahkan malas untuk ikut komsel dan ibadah - itu sudah tidak betul!

2. Sebagai tempat untuk semakin mengenal lebih dalam - kelebihan dan kelemahan. Bangun persahabatan, karena pernikahan adalah persahabatan seumur hidup.

3. Sebagai alat untuk memuliakan Tuhan. Kalau hubungan kita baik, kudus, pelayanan oke, kuliah top banget, siapa yang nggak mau? Ini yang akan memuliakan Tuhan. Kalau hubungan atau pacaran menghasilkan hamil di luar nikah, mana bisa jadi berkat? Kutuk yang mampir lah...

Setelah tau tentang tujuan pacaran dan peraturan-peraturan apa aja yang musti ditaati dalam beracaran. Sekarang, kak Budi Abdipatra penulis buku Love Without Loose juga bakal mengupas tentang aturan waktu pertemuan. Haaaaah?? Ya amplop ya prangko! Lebay deh ah...masa' pacaran aja diatur kayak gitu seh? Hem, guys...kita musti inget lagi mengenai tujuan pacaran itu untuk apa. Pacaran bukanlah ajang untuk menyeleksi pasangan hidup, tapi persiapan untuk pernikahan.



Atur Waktu Bersama



Hubungan pria dan wanita adalah hubungan yang paling khusus dan indah, namun sekaligus menyediakan suatu dorongan fisik yang terkuat dari manusia. So...dating/ pacaran harus dijaga. Salah satu pengaman yang menyelamatkan dating yang sedang dibangun adalah, mengatur waktu pertemuan atau waktu bersama. Maksudnya, mengatur waktu pertemuan dengan pasangan secara berdua.



Menurut penelitian Jim Talley, batas keintiman hubungan pria dan wanita sebelum hubungan seksual (titik paling berbahaya) adalah keintiman yang dicapai dalam pertemuan-pertemuan sebanyak 300 jam dalam waktu 7 bulan. Lebih dari ini, maka bisa dipastikan bahwa, tiba-tiba hubungan yang dibangun sudah mengalami hubungan seksual sebelum menikah.



Jadi, kalo pria dan wanita yang melakukan dating intens sekali di dalam pertemuannya sehingga cepat sekali mencapai 300 jam kurang dari 7 bulan, bisa dipastikan kalo hubungan itu tiba-tiba akan terjebak di dalam keterlibatan fisik yang berat.



Jim Talley memberikan rumus yang sederhana untuk menyelamatkan hubungan dari kejatuhan di dalam dosa seksual,



Jumlah jam pertemuan per minggu = 300 : (4 x waktu dating*)



*Waktu dating yang dimaksud disini adalah, waktu ketemu berdua sebelum masuk ke dalam pernikahan. Misal, Rudi Sudjarwo adalah mahasiswa yang baru lulus skripsi dan tiga bulan kemudian dia memutuskan dating dengan Susi Widjanarko seorang mahasiswi yang sedang menyelesaikan skripsinya. Mereka berencana tiga tahun lagi memasuki pernikahan.



Di dalam pendampingan yang dilakukan oleh Youth pastor, disarankan untuk menjaga waktu bersama. Sang pemimpin menggunakan rumus yang diberikan oleh Jim Talley di dalam pendampingannya. Akhirnya, hasilnya pun diperoleh seperti berikut.



Jumlah jam pertemuan per minggu = 300 : (4 x waktu dating*)



300:(4 x 36 bulan) = 2,1 jam/minggu



Jadi akan diperlukan waktu 36 bulan (3 tahun) untuk mencapai 300 jam apabila pertemuannya 2,1 jam per minggu.





Perencanaan waktu yang baik dalam pertemuan dengan pasangan (pertemuan yang hanya dilakukan berdua bukan bertemu di dalam komunitas), akan menyelamatkan sebuah hubungan dari keintiman yang terlalu cepat. Keintiman yang terlalu cepat inilah yang sering menjebak dan menjatuhkan anak-anak muda untuk melakukan hubungan seks di luar pernikahan.



Pertemuan yang terlalu intens akan memicu hasrat yang kuat untuk mencoba hal-hal yang berbahaya, karena sepertinya mereka merasa sudah terlalu dekat dan cocok. Akibatnya bisa ditebak betapa banyak anak-anak muda jatuh di dalam fantasi seksual, percabulan dan bahkan melakukan hubungan seks di luar nikah.



Trus...buat apa seh kita bikin rumus-rumus pertemuan kayak gini? Kak Budi mengatakan, perencanaan waktu bersama ini punya tujuan, agar pasangan kita bisa bertumbuh. Menjaga pertemuan pribadi, berarti kita turut memberkati pasangan kita dengan cara ;



1. Mengijinkan pasangan kita bertumbuh

Salah satu ciri dating yang sehat adalah mengijinkan pasangan yang Tuhan berikan untuk mengalami terobosan di dalam kehidupan kerohaniaannya bersama dengan Tuhan. Karena tanpa pengalaman pribadi yang begitu kental di dalam Tuhan, maka hubungan yang dibangun tidak memiliki dasar yang kuat. Bahkan harusnya, masing-masing pasangan saling mendorong, saling menginspirasi dan saling berlomba untuk bertumbuh.



2. Mengijinkan pasangan kita menjadi seperti apa yang Tuhan mau

Salah satu statemen yang disampaikan oleh Pastor Brian Houston yang sangat memberkati hidup kak Budi saat pernikahannya adalah, mengijinkan penuh istrinya untuk menjadi seperti apa yang Tuhan mau, bukan seperti yang ia mau. Seringkali dengan mengelola waktu bersama di dalam dating, akan memberikan ruang dan kesempatan untuk setiap pasangan mengerti rencana Tuhan secara total.



Percayalah rekan-rekan muda, apabila dating yang engkau jalani mengijinkan hal ini terjadi, maka investasimu tidak akan pernah kembali sia-sia. Karena engkau akan mendapatkan pasangan yang diberikan kepadamu menjadi seseorang yang totally different karena Kristus.



3. Mengejar panggilannya

Tuhan memiliki rencana yang begitu spesifik, unik dan luar biasa untuk digenapi semasa hidup kita. Ijinkan pasangan kita untuk mengejar panggilan-Nya/ melakukan rencana Tuhan atas hidupnya. Kalo bisa, dukunglah ia melalui visi yang Tuhan beri padanya. Ketika mengijinkan pasangan kita mengejar panggilan-Nya, saat itu juga kita akan mendapatkan seseorang yang begitu bergairah, begitu bersemangat, begitu antusias, begitu gembira dan begitu puas di dalam hidupnya.



4. Mengembangkan hubungan yang sehat dengan komunitasnya

Dating yang sehat apabila masing-masing pasangan mengijinkan pasangannya untuk memiliki komunitas pendukung bagi pertumbuhannya.

Fair n Lovely Powder Cream 2-1, Bebas Kilap Seharian (Bye-bye bedak, helo wajah halus natural)

Memiliki pekerjaan yang diharuskan untuk ber- makeup setiap hari,  terkadang beban sendiri bagi saya secara pribadi, karena pa...