Malam ini saya akan membahas tentang kacang lupa kulit, istilah ini sering dikaitkan dengan seseorang yang lupa dengan kebaikan kita, lupa dengan jasa kita, bahkan justru dengan sombongnya mengatakan semua adalah hasil kerja keras sendiri tanpa bantuan kita. Mungkin beberapa diantara kita semua pernah mengalami hal seperti ini, kita sudah membantu sedemikian rupa, eh setelah itu dilupakan, tidak dianggap, bisa jadi malah apa yang kita lakukan diakui. Wah ini bukan hanya kacang lupa kulit tapi juga penipu.
Jujur saya kurang suka dengan istilah ini, rasanya seperti tidak tahu diri banget ya tuh si kacang lupa sama kulit, tapi setelah dipikir lagi, namanya kulit pasti dibuang. Kacang baru bisa dimakan kalau kita membuang kulitnya.
Itulah yang akhirnya membuat saya sadar dan terbuka dengan istilah ini bahwa ketika saya sudah siap membantu seseorang, saya harus siap menjadi kulit. Kulit yang siap dibuang bahkan tidak dianggap. Bukan hal yang mudah memang, karena pada dasarnya setiap manusia itu ingin dihargai keberadaannya, setiap manusia pasti ada rasa tidak terimanya saat apa yang dia sudah kerjakan justru diakui oleh orang lain.
Saya pernah mengalaminya. Beberapa tahun yang lalu, saya membuat sebuah karya untuk acara besar, katakanlah drama pertunjukan, saya yang menulis kisahnya, saya yang bikin plot-plotnya, pikirkan narasinya, lagunya, dllnya, saya menulisnya dengan tulisan tangan ingat sekali, karena waktu itu tidak punya komputer di rumah. Ketika karya itu bagus dan sukses, ujung-ujungnya orang lain yang diberi selamat di depan mata saya, dan ada salah satu teman yang mengatakan bahwa dia yang melakukan semuanya, dia yang kerja sendiri. Wow rasanya sebel tingkat dewa.
Tidak hanya itu waktu kecil juga pernah saat saya masih di sekolah dasar, ingat sekali waktu itu ada tugas kelompok pelajaran sejarah dengan beberapa teman, saya sudah membayar uang patungan untuk membuat kliping, saya juga sudah mencari tugas, teman-teman saya yang lain memilih makan-makan, dan tidak ikut bekerja, giliran udah dikliping nama saya tidak dicantumkan, karena saya tipe yang tidak mampu melawan, bayangkan 1 banding 9, saya kalah ujungnya saya dapat nilai 6 waktu itu. Sebelnya tingkat dewa,
Di dunia kerja juga demikian, saya yang selalu membuat laporan, saya yang selalu membuat surat pengajuan, bekerja lebih banyak, jika ada masalah karyawan-karyawan yang lain minta solusinya kesaya, tapi pimpinan saya yang selalu mengaku-ngaku, dan sampai suatu ketika dia mengatakan saya tidak melakukan apa-apa, dan dengan PDnya dia mengatakan dia yang selama ini sudah bekerja.
Saya tidak sedang membuka keburukan orang lain, saya hanya memberi contoh dari sebagian peristiwa yang saya alami, dan ini hanya sebagian kecil, saya sudah sering banget mengalaminya sampai saya akhirnya di dunia kerja saya memilih bekerja sendiri tidak terikat dalam 1 instansi,
Jika membantu temanpun saya juga harus siap dilupakan, atau misal dalam berkarya dan mengerjakan sesuatu saya harus siap dengan resiko apa yang saya kerjakan diakui oleh orang lain. Kalau dulu saya sebalnya sampai ubun-ubun sekarang saya lebih bisa menerima dan mengatakan ya sudahlah. Toh Tuhan sudah mengijinkan, saya tidak akan bisa melawan juga, yang penting Tuhan tahu yang sebenarnya.
Satu pelajaran yang ingin saya sampaikan adalah jangan pernah menggerutu, sebal, tidak terima saat apa yang kamu kerjakan tidak dianggap orang lain bahkan justru diaku-aku oleh orang lain. Satu yang harus diingat adalah belajar dan berusaha untuk melupakan setiap bantuan yang sudah kita berikan ke orang lain, tapi jangan pernah melupakan kebaikan, jasa, pertolongan orang lain ke hidup kita.
Akhir kata siaplah untuk menjadi kulit-kulit kacang yang rela dibuang. Jika saat ini kamu diremehkan, tidak dianggap, bahkan semuanya dirampas darimu. Jangan pernah menggerutu ataupun kecewa, jika Tuhan memberikan orang-orang yang tidak menghargai bantuanmu selama ini. percayalah Dia tidak pernah menutup mata.
Sudah cukup diakui oleh Tuhan, pengakuan manusia tidak penting lagi. So jangan pernah kapok ya untuk memberikan bantuan kepada orang lain, dianggep ataupun tidak, diingat ataupun dilupakan. Lakukan terus yang terbaik, karena itu adalah KASIH yang sesunggunya. Semua orang juga tahu kok, Kacang ada dan bisa dinikmati karena kulit yang melindungi, Tidak perlu mencari pengakuan dimata manusia, Tuhan saja sudah cukup.
Lukas 6:31 "Dan sebagaimana kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu,
perbuatlah juga demikian kepada mereka"
perbuatlah juga demikian kepada mereka"
Tidak ada komentar:
Posting Komentar