Translate

Senin, 13 April 2015

repost Belajar dari kisah Yudas

Belajar dari kisah Yudas
Di tulisan saya sebelumnya tentang
“pengkhianatan” saya menuliskan tentang
pengkhianatan yang dilakukan Yudas terhadap
Tuhan Yesus..
Dalam hati,sebelum saya mendapat jawaban dari
pertanyaan saya “kok bisa?”Saya berfikir seolah
– olah Yudas sudah ditakdirkan Tuhan untuk
menjadi seorang “pengkhianat” karena mikirnya
Tuhan kan tahu tapi kok diam aja padahal
sebenarnya “tidak” Tuhan sering mengingatkan
Yudas,tapi dia tetap mengeraskan hatinya.
Tuhan membuat saya menemukan jawabannya
ketika saya menonton khotbah Ps. Philip Mantofa
tentang “Baharuhilah Batinku” di youtube dan
saat itu dia juga sedang membahas Yudas dalam
khotbahnya dengan sangat amat gamblang
penjelasannya,dan akhirnya membuat saya ngeh.
Saya percaya semuanya bukan kebetulan.
Khotbah Ps Philip Mantofa sangat detail sekali
menjelaskan bagaimana seorang Yudas sedikit
demi sedikit hatinya dikuasai oleh iblis dan
akhirnya dia menyerahkan seluruh hatinya untuk
diperalat oleh iblis…sangat menyeramkan!karena
di akhir hidupnya penyesalan Yudas sudah
terlambat.
Kita semua tahu bahwa di dalam injil telah
dituliskan Yudas adalah salah satu murid Tuhan
Yesus yang 3,5 tahun mengikut Tuhan Yesus
kemana-mana..betapa luar biasanya
dengar,lihat,dan bersama dengan firman Tuhan
yang hidup,menjadi saksi bagi setiap mukjizat-
mukjizat yang Tuhan lakukan,mendengarkan
sendiri secara langsung firman Tuhan dari Tuhan
sendiri face to face!wow luar biasa bukan?
Bisa dibilang kerohanian kita itu tidak ada apa-
apanya dibandingkan dengan Yudas,karena
setiap murid-murid Tuhan juga diberi kuasa untuk
melakukan banyak hal ajaib,seperti mengusir
setan dan menyembuhkan orang kusta.Kita
lewat…hehe
Lalu pertanyaannya kok bisa Yudas mengkhianati
Tuhan?sepertinya gak mungkin banget gitu,tapi
buktinya terjadi,lalu knp apa penyebabnya?
jawabannya adalah karena Yudas “setengah hati”
dalam mengikut Tuhan,tidak “segenap hati”
Ada motivasi lain dalam mengikut
Tuhan,membiasakan hal-hal tidak baik dan
menjadikan itu kebiasaan.
Yudas adl murid Tuhan Yesus yang di tunjuk
sebagai bendahara,tapi dia berlaku tidak
jujur,karena sering mengambil uang yg harusnya
untuk pelayanan buat dirinya sendiri sehingga
sifat serakahnya perlahan mengijinkan iblis
memasuki pikirannya, menuju hatinya sampai
resmi setengah hatinya dipakai untuk iblis
menguasai hatinya,dan akhirnya dia menyerahkan
sepenuh hatinya buat iblis.
Tuhan tidak membiarkan Yudas terus-
terusan,tidak!Berkali-kali Tuhan menegur,tapi
Yudas tetap tidak dengar-dengaran justru
semakin mengeraskan hatinya.
Sangat menyeramkan kalau dibayangkan,apalagi
ketika membaca akhir hidupnya yang sangat
mengenaskan itu.
Lalu pelajaran apa yang dapat kita ambil dari
kisah Yudas?yang juga bisa terjadi kepada kita.
Bayangkan orang sehebat n serohani Yudas aja
jatuh,apalagi kita?Sangat mungkin menjadi target
iblis untuk menguasai hati,pikiran,roh dan jiwa
kita.Ya kan?kita semua tahulah iblis itu
pelopornya kelicikan.Dia mengincar siapa saja
yang bisa diterkamnya.
Mari kita flash back kembali hidup kita sudahkah
kita sepenuh hati dalam mengikut Tuhan?
sudahkah kita menjadikan Tuhan yang terutama
dalam hidup kita dan berani berkata “tidak” jika
itu tidak sesuai dengan firman Tuhan?contoh
kecil dalam hal “berbohong” bukankah kita masih
sering berbohong dan berdalih ahh kan dosa
kecil,atau ada dr beberapa kita yang masih hidup
dalam dosa sex like pornografi?dan bilang,ntar
tinggal minta ampun ke Tuhan,atau berlaku tidak
jujur entah disekolah pekerjaan dll,padahal sudah
jelas itu salah…hati-hati iblis sedang membuat
kita terlena dengan argumen-argumen kita.
Saya punya teman yang hidup dalam dosa
masturbasi n sll yang dibahas sex,saya dg berani
tegur dia,tapi dia dengan enteng blg daripada
free sex,hey tapi kn sama2 dosa,kita selalu
berdalih,membenarkan sesuatu yang salah
dengan argumen argumen kita yang sekilas
nampak benar,sekali lagi hati hati! di dalam
Tuhan putih tetap putih hitam tetap hitam,tidak
ada area abu-abu,sorga atau neraka cuma itu
pilihannya, hidup kudus atau menuruti hawa
nafsu itu terserah anda!
Perenungan yang luar biasa buat kita
semua,tidak ada yang sempurna itu pasti!apalagi
selama masih di dunia ini,untuk itu Tuhan tidak
membiarkan kita berjuang sendiri,Dia selalu
memberi solusi untuk mengatasi setiap persoalan
yang terjadi.
Apa yang harus kita lakukan?
Hidup melekat terus di dalam Tuhan,mempunyai
hubungan pribadi dengan Tuhan,ingat!aktif di
gereja tidak jaminan hidup kita sudah
sepenuhnya buat Tuhan..
Kalau kita sudah jatuh minta ampun,baharui
hidup kita hari demi hari,minta Roh Kudus
memenuhi hati kita,dengan kekuatan sendiri gak
mungkin bisa!usahakan setiap hari satu jam saja
saat teduh bersama Tuhan,bangun persekutuan
rohani dengan saudara seiman agar kita selalu
bisa saling menguatkan dan terutama ubah
kebiasaan kita yang salah,biasakan yang benar
bukan membenarkan yang menjadi kebiasaan.
Untuk itu mengikuti Tuhan dengan segnap n
sepenuh hati itu wajib!
Mari kita sama-sama belajar,ingat Tuhan selalu
memperhitungkan apa yang kita perbuat Dia
tidak akan meninggalkan kita,dan membiarkan
kita berjuang sendiri…
Tuhan Yesus memberkati kita semua!!
Matius 22:37
Jawab Yesus kepadanya: “Kasihilah Tuhan,
Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan
segenap jiwamu dan dengan segenap akal
budimu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Fair n Lovely Powder Cream 2-1, Bebas Kilap Seharian (Bye-bye bedak, helo wajah halus natural)

Memiliki pekerjaan yang diharuskan untuk ber- makeup setiap hari,  terkadang beban sendiri bagi saya secara pribadi, karena pa...