Translate

Selasa, 03 Januari 2012

Perjanjian Bapa dan Anak

Ada seorang Ayah yang baik hati mempunyai seorang putri yang cantik dan sangat dikasihinya, dia merawat putrinya itu seorang diri sejak bayi dan tidak menikah lagi karena sudah berjanji kepada istrinya yang meninggal saat melahirkan anak mereka, untuk mengabdikan hidupnya dan membahagiakan buah hati mereka si gadis cantik ini. 
Si gadis ini sangat suka sekali dengan hal hal yang berbau bintang, dan astronomi tidak heran jika dikamarnya, banyak ornamen ornamen kecil yang berbau bintang, mulai dari cincin, lampu pijar kelap kelip berbentuk bintang, teleskop kecil dll.
Suatu ketika, gadis kecil itu meminta kepada Ayahnya untuk meberinya  2 kalung berliontin bintang, satu  liontin bintang berukuran besar, satu lagi liontin bintang berukuran kecil, dia bilang kalau liontin bintang besar itu untuk ayahnya, dan liontin bintang kecil itu untuk dirinya. "Bintang besar akan selalu melindungi bintang kecil". ucapnya lugu.

Tanpa pikir panjang, Ayahnya itu mengajak gadis kecilnya ke sebuah toko perhiasan dan memesan kalung bintang sesuai yang dimau si anak. Ayahnya membelikan kalung perak biasa, tapi  dia berjanji suatu saat nanti jika uangnya sudah cukup, akan memberikan kalung bintang yang lebih bagus  ditaburi berlihan dalam liontin bintangnya, gadis kecil itu mengangguk setuju. Tidak lama kalung yang dipesan itu jadi, dengan gembira anak tersebut menerima kalung yang diinginkannya, dan berjanji kepada Ayahnya tidak akan melepaskan kalung itu apapun yang terjadi.. Sang Ayah pun juga berjanji tidak akan melepaskan kalung bintang tersebut.

Waktu berjalan cepat 20 tahun kemudian Gadis kecil itu tumbuh menjadi dewasa, dan benar dia menjadi ahli astronomi yang luar biasa, dan kalung bintang yang dimilikinya sejak dia kecil tidak pernah dilepaskannya, tetap dipakainya, meskipun kini warnanya sudah mulai usang, tapi dia tetap memakainya, begitu juga dengan Ayahnya, juga masih setia memakai kalung yang sama. Tapi dilubuk hatinya yang terdalam gadis kecil itu masih menunggu janji Ayahnya untuk memberikan kalung bintang yang lebih bagus, meskipun ia segan untuk mengatakannya pada Ayahnya, dan beranggapan mungkin ayahnya lupa.

Singkat cerita,  saat gadis ini pulang kerja, sang Ayah memanggil anaknya itu,  dan mengatakan sesuatu yang mengagetkan bagi anak ini, Ayahnya bilang kalau gadis ini  benar benar mengasihinya, dia harus melepaskan kalung bintang yang selama 20 tahun dipakainya itu,  si gadis sangat sedih dan langsung marah tanpa bertanya dulu alasan kenapa Ayahnya meminta untuk melepaskan kalungnya,  dia  malah berfikir Ayahnya tidak mengasihinya. 

Lama dia merenung, sampai suatu ketika dia menghampiri kembali Ayahnya dan bilang kalau dia sangat mengasihi Ayahnya itu dan mau melepaskan kalung itu meskipun baginya itu sangat berat. Ia menyerahkan kalung itu kepada ayanya dengan tangisan terisak.
Tidak lama kemudian, suatu hal yang sangat mengejutkan, ketika sang Ayah merogoh sesuatu dalam kantongnya dan memberikan sebuah kalung bintang yang lain, yang sama persis, tapi kalung bintang asli yang penuh berlian, betapa terkejutnya gadis itu, akhirnya dia sadar bahwa Ayahnya  tidak pernah lupa akan janjinya yang pernah berjanji akan memberikan kalung bintang berlian suatu saat nanti, betapa senangnya ia dan memeluk Ayahnya  itu dengan penuh kasih.

Dari cerita ini kita dapat belajar bahwa seringkali kita menganggap Tuhan melupakan janjiNya, karena terlalu lama kita menunggu, dan sampai pada suatu titik kita merasa tidak perlu lagi menunggu. Tapi Tuhan  Bapa kita, adalah Bapa yang setia dan adil Bapa yang tidak akan lupa dengan janjiNya. Kalau bapak di dunia saja selalu ingat akan janjinya pada anaknya, apalagi Bapa kita yang disurga Dia tidak akan lupa, meskipun kita menganggapnya Dia sudah melupakan janjiNya. Dia selalu mempunyai waktu yang indah untuk menggenapi janjiNya.


Bilangan 23:19 "Allah bukanlah manusia, sehingga Ia berdusta  bukan anak manusia, sehingga Ia menyesal. Masakan Ia berfirman dan tidak melakukannya, atau berbicara  dan tidak menepatinya?"

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Fair n Lovely Powder Cream 2-1, Bebas Kilap Seharian (Bye-bye bedak, helo wajah halus natural)

Memiliki pekerjaan yang diharuskan untuk ber- makeup setiap hari,  terkadang beban sendiri bagi saya secara pribadi, karena pa...