Translate

Senin, 09 Januari 2012

Kristen Eksklusif VS Bintang

Hai hai reader's, selamat pagiiiii di senin yang dingin di kota Malang, heheh lagi hujan nih, jadi bisa kebayang dinginnya seperti apa, pengennya tarik selimut tidur lagi hihi, apalagi di hari senin, hari yang menurut sebagian orang adalah hari malas sedunia haha, mungkin karena merasa liburannya kurang kali yaa, tapi apapun alasannya kita harus tetap semangat menjalani hari ini, karena apa selama kita masih dikasih nafas sama Tuhan, selama kita diberi kesempatan untuk hidup, manfaatkan hari-hari di akhir jaman ini untuk memuliakan Tuhan, karena Tuhan masih punya rencana dalam kehidupan kita. setuju reader's *nyengir* hehe.
Kalau aku dulu waktu masih jadi guru sekolah minggu pasti aku tanyain ke beberapa anak2 sekolah minggu kalau mereka mau mulai memuji Tuhan, gini nih "ada sukacita pagi hari ini?" trs anak2 sekolah minggu itu aku suruh jawab "pasti donk!" heheh buat kasih semangat kemereka.

Oke hari ini aku mau bahas tentang Kristen Eksklusif VS Bintang. Judul ini aku dapet waktu kemaren aku dengerin khotbah pendeta aku yang masih bahas tentang "BINTANG" yuhu...kata yang akan menjdi tema sepanjang 2012 ini, jujur aku senang banget ehhe, karena apa? buat kalian pembaca setia blog aku pasti tahu kalau aku suka sama karakter bintang itu sendiri. Dan bener tahun ini pendeta aku selalu bahas jadilah bintang bintang yang bersinar terang, bintang bintang yang dipakai Allah.woww setuju!!!dan aku mauuu!

Oke seperti karakter bintang itu sendiri yang adalah terang, kita pasti setuju kalau bintang itu  lebih afdol berada ditempat yang gelap, baru sinarnya akan terlihat, tapi balik ke kita sudahkah kita menjadi bintang bintangnya Tuhan? Aku pernah aku denger dari seseorang yang bercerita bahwa orang kristen itu terlalu eksklusif mereka gag mau bergaul dengan orang orang yang gag seiman dengan mereka, wow kaget dengarnya, tp setelah aku pikir pikir iyaa yaa itu kenyataan yang terjadi sekarang ini, banyak dari kita justru jadi bintang di tempat yang terang di dalam lingkup hanya sebuah gedung gereja, banyak dari kita  hanya sibuk dengan kegiatan kegiatan dalam gereja, jadi pemain musik, jadi singer, paduan suara dll, seolah olah kita merasa kita sudah melayani Tuhan dan menjadi bintang, padahal kadang kita lupa kalau kita juga punya tugas sebagai terang ditengah tengah dunia yang gelap, terang disekitar kita, terang di sekolah, terang dipekerjaan, terang dimanapun kita berada, oke kalau kita sibuk di dalam gereja itu memang tidak salah itu juga merupakan pelayanan pekerjaan Tuhan, tapi bukan berarti kalau kita terlalu sibuk dengan urusan pekerjaan Tuhan di gereja, kita lupa tugas dan tanggung jawab kita diluar gereja. Kebanyakan dari kita jadi mengekslusifkan diri dengan dalih terang tidak bisa bersatu dengan gelap ehhe, memang terang tidak bisa bersatu dengan gelap, tapi terang bisa menghangatkan kegelapan, terang bisa menerangi kegelapan.

Banyak dari kita merasa sok suci sehingga merasa tidak perlu bergaul dengan orang orang di luar Tuhan atau yang tidak seiman dengan kita, bahkan saking sok rohaninya kita bilang "pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik" ( 1 Korintus 15:33). Ayat ini gag salah tapi kadang kita yang salah ngerti , sehingga  kita memilih bergaul dengan orang orang yang seiman saja, yang gag seiman kita pikir mereka orang yang buruk, tidakkah secara tidak sadar kita seperti orang farisi  yang selalu merasa sok suci?. Memang ada hal yang sangat prinsip sekali, seperti pendamping hidup, itu lain lagi, Kita memang harus dengan yang seiman, karena Tuhan bilang dalam 2 Korintus 6:14  Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang, dengan orang-orang yang tak percaya. Sebab persamaan apakah terdapat antara kebenaran dan kedurhakaan? Atau bagaimanakah terang dapat bersatu dengan gelap? karena ini menyangkut kita nanti yang akan hidup bersama dengan orang itu, kita nanti sama sama menjadi teman pewaris kerajaan Allah, dan pernikahan itu sendiri adalah anugrah dan kehendak Tuhan, itu lain cerita.

Tapi disini yang aku lagi mau bahas tugas kita sebagai pembawa terang, dalam hal membagi kasih Tuhan, justru kita wajib menjadi terang ditempat yang gelap harusnya kita membaginya keorang orang yang belum merasakan kasih Tuhan, sama seperti kita punya roti, secara wajar kita akan membagikan roti kepada orang yang lapar bukan orang yang kenyang, bukan?karena dengan cara tersebut kita akan berdampak.

Okee kalau menurut pemahaman aku bergaul disini itu menyangkut kegiatan yang terus menerus, istilahnya kita selalu bersama dengan orang itu, sampai sampai kita menirukan semua kebiasaan kebiasaan orang yang bergaul akrab dengan kita sampai mungkin bisa jadi ayat di dalam 1 Korintus 15:33 itu tergenapi. Beda dengan kalau kita jadi "bintang" kita memancarkan kemuliaan Tuhan dalam diri kita, kita justru wajib berteman dengan siapa saja, asalkan kita tahu posisi kita sebagai "terang" di dalam terang itu semuanya nampak, kita menjadi diri kita yang apa adanya, kita akan tahu kalau kita melakukan dosa atau tidak. Logikanya kalau kita sudah menjadi terang, kita tidak mungkin ikut2tan atau malah terseret, kita sudah tahu dengan sendirinya itu dosa. Justru kitalah yang harus menerangi orang - orang yang melakukan kesalahan / dosa itu untuk menjadi sadar akan kesalahan mereka, sadar akan dosa mereka, melalui terang yang kita pancarkan. Istilahnya jangan sampai kita yang ikut dunia kalau karakter kita adalah memang benar2 "pembawa terang", tapi harusnya dunia yang akan mengikuti kita, dan kita bisa membawa jiwa baru datang kepada Tuhan Yesus, melalui perbuatan kita, tingkah laku kita, perkataan kita dll dengan bantuan Roh Kudus tentunya bukan dengan kekuatan kita sendiri.

So, apa dunk yang harus kita lakukan sebagai anak anak terangnya Tuhan Yesus?tunjukkan integritas kita, tunjukkan karakter bintang itu sendiri, sekalipun berada dilangit yang gelap, bintang tetap bersinar dan berkelipan membagikan kehangatan, meskipun kita berada di dalam dunia yang penuh dengan ketidak pastian, ketakutan, masa masa yang semakin sulit, bahkan banyak orang yang mulai putus asa, dan gag sedikit yang mulai ingin mengakhiri hidupnya, atau sudah mengakhiri hidupnya, jadilah jawaban buat mereka yang putus asa jadilah kehangatan buat orang orang yang mulai kehilangan harap.

Janganlah menjadi Kristen Ekslusif yang hanya mau sibuk dengan kegiatan pekerjaan di gereja saja tapi tidak peka dengan lingkungan sekitar, tidak peka dengan kesulitan teman teman kita yang gag seiman, jangan sampai kehadiran kita sebagai anak anak Tuhan justru dijauhi oleh orang orang diluaran sana, mari kita belajar untuk peka, bukan sibuk dengan keekslusifan kita sebagai anak2 Tuhan yang merasa sudah mendapat keselamatan tidak perlu membagikan keselamatan itu pada orang lain, mungkin kita bukan orang yang pandai berkata kata, tapi kita bisa menujukkannya melalui perbuatan kita, melalui sukacita yang bisa kita pancarkan sehingga secara langsung ataupun tidak langsung kita bisa menjadi kehangatan buat orang orang sekitar kita, pancarkan sinar terang kita tanpa memandang siapa, apa dan seperti apa orang itu, tapi pandanglah Tuhan Yesus yang selalu ingin semua manusia merasakan kehangatan kasihNya, merasakan anugerah kesalamatan yang sudah kita miliki dan kita wajib membagikannya, karena semua orang berhak mendapatkan kasih Tuhan, keselamatan dari Tuhan, dan itu adalah tugas kita sebagai bintang bintang yang terang, bukan bintang bintang eksklusif yang hanya dalam gedung gereja.
Bukankah Tuhan sendiri bilang jadilah terang dan garam dunia, bukan terang dan garam di gereja.
Mari kita mulai sadar tugas kita tidak hanya di dalam gedung gereja tapi di dalam dunia di luaran sana, kemanapun kita bisa membawa terang dan menjadi garam, dimanapun kita berada. GBU..Semoga memberkati.

Matius 5:13-16      5:13 "Kamu adalah garam dunia . Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang.  5:14 Kamu adalah terang dunia.  Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi. 5:15 Lagipula orang tidak menyalakan pelita lalu meletakkannya di bawah gantang, melainkan di atas kaki dian sehingga menerangi semua orang di dalam rumah  itu. 5:16 Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang,  supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik  dan memuliakan  Bapamu yang di sorga."

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Fair n Lovely Powder Cream 2-1, Bebas Kilap Seharian (Bye-bye bedak, helo wajah halus natural)

Memiliki pekerjaan yang diharuskan untuk ber- makeup setiap hari,  terkadang beban sendiri bagi saya secara pribadi, karena pa...