Aku teringat tahun 2008 lalu, saat aku mengikuti sebuah KKR dan dalam KKR tersebut ada seorang pendeta wanita dari malaysia bersedia mendoakan kita anak2 muda, yaa karena biasa kalau di acara KKR pasti passion kita adl hadirat Tuhan. Saat dia mendoakan aku, waktu itu dia mendoakan pakek bahasa Inggris, n bahasa Inggris aku tidak begitu bagus... hanya bisa sedikit nangkep apa yang dinubuatkan Tuhan melalui dia, yang sampai sekarang aku ingat adalah "kamu akan mengalami hal hal yang menyedihkan, membuat kamu terpuruk, tapi kamu akan bangkit, gag boleh ada sakit hati karena Tuhan sedang membentuk kamu menjadi pribadi yang kuat, ingatlah dan percayalah ada satu pribadi yang dengan setia mengasihimu lebih dari siapapun (yang pendeta itu maksud adalah Tuhan Yesus), trs kalau untuk masalah pendamping hidup aku terlalu mencari yang perfect, padahal gag ada yang sempurna selain Tuhan Yesus. *sedikit tersentak sih.
Okee flash back bbrp tahun yang lalu, aku adalah seseorang yang sangat idealis dan pegang prinsip. Sampai beberapa temen aku dulu jaman SMA blng aku itu sosok cewek "no boys" gag tahu dapet istilah dari mana, intinya aku terlalu cuek dengan cowok, pacaran buatq bukan hal yang penting, gag terlalu penting malah, jadi gag ada tuh galau2 jaman SMA, hahha pokoknya SMA itu everyday is happy day!! disaat temen2 aku lagi gandrung2nya sama boyband asal luar negeri, ngomongin acara2 ngedate mereka yang seru dengan pacar2 mereka, aku malah lebih suka baca komik atau komentar seadanya. Kalau ada lelaki bilang sayang sama aku, bilang suka, aku dengan terang terangan akan jawab tidak, kalau memang aku tidak ada perasaan kepadanya, tanpa memberi dia kesempatan, atau malah terkesan mematahkan harapannya (bukannya itu bagus kan ya?) tapi ada beberapa temen aku yang bilang kalau aku terlalu mencari sosok lelaki yang sempurna, dulu aku selalu berfikir emang salah kalau aku harus mencari lelaki yang seiman?(itu sesuatu yang prinsip bagi aku sampai sekarang) seiman aja gag cukup dia harus lebih ok secara kerohanian tapi tampilannya gag kuno kaya bapa2 pendeta (upss maap buat para pendeta, itu pemikiranku jaman SMA), yang gag suka menggurui n sok, yang fisiknya lebih tinggi dari aku, yang gag terlalu kurus, yang sabar dan gag terlalu mengekang, yang gag lebay terlalu banyak nanya pas PDKT apalagi pakek pertanyaan berulang "udah makan belum?",dan banyak persyaratan persyaratan lainnya yang bikin temen aku geleng2.
Bertahun tahun sampai aku menemukan seseorang yang bisa menggantikan sosok cinta pertama aku dulu, bahkan mungkin rasanya beda...tapi aku harus sadar aku tidak boleh percaya sepenuhnya, atau menganggap dia yang akan selamanya menjadi milik aku, mendampingi hidup aku, karena rasa sakit itu kadang ada saat aku takut, aku tidak akan lagi bersamanya, saat aku melihat dia bersama mantannya (dan berfikir dia mengkhianati aku), saat cintanya tak lagi untukku, itu sebuah ketakutan!!balik lagi no body's perfect!
Yaa memang dia bukan sosok sempurna yang aku dambakan dulu jaman aku SMA dengan kriteria2 yang mendetail, bahkan jauh dari perkiraan, karena aku sadar dengan mencintainya aku menghancurkan sifat idealisku, yang aku sadari cuman 1 bukan apa yang aku lihat tapi apa yang aku rasakan.
Sebenarnya sekarang aku baru sadar kalau ternyata aku tidak mencari sosok yang terlalu sempurna seperti waktu dulu jaman masih SMA, aku hanya meraba2 sosok yang perfect itu seperti apa, sosok yang mungkin bisa buat aku mencintai dia...tapi sekarang aku baru sadar, orang itu terlihat perfect dimata kita saat kita benar2 mencintainya, fisik atau atribut2 lainnya tidak terlihat sebagai sesuatu yang menganggu, walaupun tetep seiman itu harga mati buatq, itu prinsip yang gag bisa diganggu gugat.
Aku mencintainya, sangat mencintainya, tapi ketika aku mencintainya, aku ingin bersikap tidak terlalu bodoh!!aku harus juga menggunakan logika aku, ketika dia menghianati aku, membohongi aku, menyakiti aku, aku harus bisa memaafkannya, dan tidak boleh sakit hati, sambil berkata no body's perfect pita!
Ketika ketulusan cintaku tidak lagi bisa dirasakan oleh orang yang benar benar aku cintai, dan dibalas dengan sebuah pengkhiatan, aku berhak mengambil keputusan bukan malah memelas cinta darinya atau malah berusaha mengubah diri seperti yang dia mau, aku malah terlihat semakin bodoh dimatanya, dan malah dia akan semakin meremehkan aku.
hmm makin ngelantur kan? sebenarnya apa sih yang aku dapet setelah melamun?..cuma satu kita tidak bisa menggantungkan harapan kita sepenuhnya kepada orang yang benar2 kita cintai, siapapun!! pacar, teman, sahabat, karena gag ada yang sempurna, (No body's perfect..mengertilah...)mereka berpotensi menyakiti hati kita. Tapi yang benar2 mencintai kita adalah Tuhan Yesus, yang mau lahir untuk kita, mati tebus dosa kita tanpa syarat..dan memberikan kehidupan kekal dan surga secara cuma2, sekarang pilih mana menggantungkan harapan kita kepada manusia yang beresiko akan menyakiti kita, atau Tuhan Yesus yang dengan setia akan menjaga kita dan mencintai kita dengan tulus tanpa syarat, didalam cinta itu ada 2 hal komitmen +kesetiaan dan Tuhan punya itu semua.Pilihan ada ditangan kita masing-masing.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar