Translate

Selasa, 27 Desember 2011

Makna Natal sesungguhnya...

I wish U a Merry Christmas, I wish U a Merry Christmas, I wish U a Merry Christmas and Happy New Year...
Merry Christmas...!!!! blm terlambat kan ucapin met Natal buat semuanya, hehhehe hmm, pasti minggu 2 natal kemaren adalah minggu2 paling menyibukkan buat kalian kalian semua yang terlibat dalam acara Natal baik di gereja, di komunitas, atau dimanapun kalian berada. Natal selalu identik dengan pohon terang, lampu2 gemerlapan, kado, kue, baju baru, sinterklass, etc...
Tapi jika kita menengok 2000 tahun yang lalu benarkah Natal itu semeriah yang kita rayakan sekarang?,Tentu tidak, Dia lahir di kandang yang hina, gag ada perayaan meriah dengan kue2 yang banyak, pohon terang, baju yang mewah...gag!! Dia lahir dikandang yang hina, yang mungkin bau, namanya juga dikandang, heheh, trs pasti suasananya juga sunyi, gag meriah dan penuh lampu lampu.
Kadang aku selalu bertanya, seperti seorang anak kecil "Tuhan apakah Engkau bahagia dengan hari ulang tahunMu?" "Apakah ini yang Engkau inginkan?"

Pertanyaanku sendiri ini membuatku merenung, dan kembali bertanya.."Benarkah kemeriahan Natal ini untuk Tuhan atau hanya untuk kesenangan pribadi?". Tahun2 kemaren saat aku masih terlibat dalam pelayanan di gereja, disatu sisi aku senang karena bisa melayani Tuhan di hari natal dengan talenta aku, disisi lain, aku ngerasa aku terlalu sibuk dengan apa yang kelihatan, aku melihat org2 disekitarku pada sibuk dengan acara natal, bingung masalah musiknya kek, dekorasi gereja kek, latihan nyanyi sedemikian rupa, supaya pas hari H bisa nyanyi dengan bagus..pertanyaannya benarkah itu untuk Tuhan?, sering aku melihat, kita tampil sebagai pelayan Tuhan bukan untuk Tuhan, melainkan untuk menghibur jemaat. Kita lebih mengedepankan performance luar daripada hati kita. Dan yang bisa mengkoreksi adalah diri kita pribadi, apakah pelayanan itu benar2 untuk Tuhan,  untuk kebanggaan kita sendiri, atau malah hanya untuk menyenangkan  hati jemaat yang hadir. Nah dari situ aku merasa ibadah natalku jadi kurang afdol kemaren2, (mungkin aku harus belajar untuk itu, tapi itu yang aku rasakan, tahun tahun kemaren, soalnya aku gag bisa dengerin firman Tuhan natal secara keseluruhan) aku tidak bisa merasakan makna natal sepenuhnya, karena terlalu sibuk dengan acara2 natal yang harus kelihatan sempurna dalam penyajiannya. Tentu semua punya pandangan masing2, dan semua Gereja punya kebijakan masing masing. Pengalamanku tahun2 kemaren, aku tidak bisa mendengarkan firman Tuhan dengan leluasa, pasti bingung atau sibuk dengan persiapan tampil selanjutnya setelah firman.

Beda dengan tahun ini, aku bisa duduk diam merenungkan firman Tuhan dengan baik, dan mendapat berkat firman Tuhan seutuhnya.

Yaa sebenarnya kalau kita bisa merenungkan, Tuhan tidak menginginkan kemeriahan pesta Natal, Dia lebih menginginkan penyerahan hati kita, yang mengijinkan Dia lahir dalam hati kita. Itu adalah kado terindah. Pesta atau kemeriaan Natal tidak salah, tapi semoga kita para anak2 Tuhan, atau pelayan2 Tuhan tidak kehilangan makna Natal sesungguhnya, bahwa Dia lahir sebagai yang hina, supaya kita yang hina ini layak, Dia lebih ingin kita menjadikan Dia lahir dalam hati kita daripada pujian Natal dan pesta kemeriaan Natal yang kita buat, Kita harus bisa mempertanyakan sendiri dalam hati kita benarkah ini untuk Tuhan?,atau hanya untuk kesenangan kita sendiri?,hanya kita yang bisa menjawab GBU!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Fair n Lovely Powder Cream 2-1, Bebas Kilap Seharian (Bye-bye bedak, helo wajah halus natural)

Memiliki pekerjaan yang diharuskan untuk ber- makeup setiap hari,  terkadang beban sendiri bagi saya secara pribadi, karena pa...