Translate

Senin, 21 November 2011

Cuplikan my Novel He or Him

 BAB XII
YEAHHH…PART TIME…….

Dua hari setelah percakapan telepon bersama Josh, ayahku memanggilku lalu bercerita dengan antusias kalau dia bertemu dengan teman lamanya, anak temannya sudah menjadi fotografer profesional, dan sedang mencari pegawai magang, hanya untuk 1-2 bulan, ayah menawarkan padaku untuk melamar bekerja magang di sana, aku berpikir wah boleh juga neeh, lumayan untuk mengisi waktu luang plus belajar menambah pengetahuan, wawasan, dan uang tentunya.
Aku semangat menuju ke studio photo anaknya temen lama ayah itu dan suruh memberikan kartu nama yang ayah kasih, kalau aku sudah sampai disana. Aku membolak balikkan kartu nama itu. Di kartu nama itu tertulis nama Gerald J. Putra, hmm mungkin ini kartu nama pemiliknya, pikirku.
“Permisi mbak, boleh saya bertemu dengan orang yang ada dikartu nama ini?” Aku menyodorkan sebuah kartu nama ke wanita cantik,dan bertubuh langsing dan berkulit putih,dia menjawab ramah dan menyuruhku menunggu.
Setelah beberapa menit aku dipersilahkan masuk kedalam, suasananya agag aneh dan sedikit gelap,disetiap sisi ruangan terdapat potho2 dengan berbagai ukuran mulai dari yang terkecil sampai yang terbesar, terpampang rapi dan indah.
“masuk” ucap seseorang bertubuh tegap, tinggi, berkulit putih, masih samar aku liat, karena dia tidak melihat ke arahku tapi sedang sibuk dengan kamera yang diotak atiknya. Aku masuk keruangan tersebut dengan sedikit perasaan aneh., dan yang lebih aneh,jantungku berdegup kencang tak karuan dan aku masih tidak tahu apa penyebabnya. Mungkin karena grogi mau kerja di tempat baru.
Cukup lama aku berdiri melihat sosok lelaki muda itu mengatur lighting dan memperbaiki letak lensa kameranya,
“upss swory keasyikan…” ucapnya setelah dia sadar aku berdiri terpaku beberapa langkah di depannya dan mulai sedikit BT.  ihh dasar sok kecakepan!! Aku kesal dibiarkan terpaku kaya patung berdiri. “Silahkan duduk” .
Ohhh GOD gila setelah aku liat wajahnya dalam dalam cakeeep banget,,,arghh hidungnya mancung,kulitnya putih bersih dan rambut cepaknya,upss tumben aku berasa normal kali ini,apa saking cakepnya nih cowok yaa???akunya jadi OVER..!! stop kamu mau kerja Celin!!. Baru kali ini aku memuji cowok secakep dia.
”ooo jadi ini, anaknya temen papa, boleh juga…”ucapnya sambil manggut2 melihati aku..Haa?? maksudnya?? Aku gag ngerti dengan kata2nya. “Sebelumnya udah pernah kerja partime” tanyanya kepadaku,aku sedikit kaget dan mencoba mengatur pikiranku agar tidak kelihatan kalau sedang larut dalam pikiran sendiri “eeh.belum” blsku sedikit aneh.
“trus mau kerja apa coba??” tanyanya sinis,,, gilaa cakep sih cakeep tp cara ngomongnya bikin aku langsung ilfeel. “yaa apa aja,aku mau asalkan buat nambah pengalaman” jwbku standart sebenarnya sedikit kesal,kesannya menghina bgt,bener nih anak temen ayah,ugft,ngapain tadi aku muji2 dia..BETE!
“oo gtu okeee,,mulai besok kamu jadi assisten aku, setiap aku ada kerjaan atau event kamu bantu2in,trs kamu juga bisa belajar sedikit tentang dunia fotografi.” “ooo oke pak..” aku mengangguk “apa??...PAK????” tanyanya sedikit menekankan dan keras, seolah tak trima dengan panggilanku barusan. gilaa KAGET!, ihh trs aku harus panggil apa coba?? Atasan kan wajar dipanggil Pak,gag peduli masih muda, namanya juga menghormati, ugft sensitive amat sih. ”emang aku udah seperti bapak bapak apa???” lanjutnya ketus, ugft baru kali ini ketemu orang ketus cowok pula. Ibunya dulu ngidam petasan rasa cabai kali yaa. “Panggil aku Erald aja” lanjutnya Aku diam tak mengeluarkan sepatah katapun.”tapi kan Anda atasan saya,aneh rasanya..” balasku.”Mas Erald saja yaa gmn??” rasanya aneh bagi aku yang udah terbiasa tidak memanggil nama langsung untuk orang lang lebih tua beberapa tahun diatas aku, apalagi cowok didepanku ini bakal menjadi bos aku dan usinya seperti 7-8 tahun diatas aku. “emang aku kliatan kaya mas mas?? Jangan karna kamu masih anak SMA yaa ngira aku udah tua,udah ahh Erald aja apa susahnya sih” Jawabnya makin ketus judes. UGFT GEMES SOK BANGET!!!
Hedew apa perlu aku jelasin, kalau sebutan “mas” kan dsini itu untuk menghormati seseorang yang lebih tua,bukan orang jawa sih kliatannya pantes gag ngerti panggilan “mas” atau mungkin bagi dia kliatan kampungan kali yaa?  Huft
“Oke,Pak,upss Mas,,upss Erald” hedew tuh kan jadi terbata2 ngomongnya. Aku berusaha untuk terbiasa memanggil hanya namanya saja tanpa sapaan Pak atau Mas, yang bersifat menghormati. Dan itu susah!! Aneh rikuh…
“Oke..besok jam 7 pagi kamu sudah harus ada disini, karena besok ada pemotretan buat event wedding pagi2”.Aku mengangguk. “Selamat bergabung” dia mengulurkan tangannya untuk menjabat tanganku.Aku menyambutnya,  dan dia sedikit tersenyum, tp tetap raut muka judesnya tidak bisa dihilangkan begitu saja.
Aku pulang dengan semangat,yes besok kerja gag peduli berapa gajinya tp setidaknya aku punya pengalaman baru dibidang fotografi. Yesss!! Semangat Celin. Aku senyum senyum sendiri.
*****
“bagus udah sampai” ucap si Gerald bos aku yang galak ini, bukan ding!! lebih ke cuek, n sok bahasa jawanya KEMENYEK!!!. Aku hanya mengangguk.
“Ikut aku sini..”aku mengikuti langkahnya, bantuin angkutin tas  ini yaa ke mobil, dia mengarahkan aku ke 2 tas ransel, entah apa isinya. Jujur aku sedikit tidak mengerti tentang dunia fotograti dan semuanya yang terlibat didalamnya.  Tapi aku suka, gak menyangka banyak juga perlengakapannya, kaya mau bkin tenda kali yaa,tau  ahh..”Ati ati yaa Cel, bawanya ada beberapa lensa kamera di dalamnya” aku  mengangguk, ahhh kerjanya suruh angkat2 toh not bad lah..
“ayoo cepet Cel, jgn lelet yaa” ucap Gerald di depan pintu mobil. Gila nih cowok, kasar amat ngomongnya ugft dasar judes!!,dipikirnya gag berat apa?? Bukannya tadi bilang sendiri kalau berat?? Ugft dasar. “iyaaaa” jawabku BT, dia hanya diam memandang sinis ke arahku.
Dia masuk ke dalam mobil Avansa Silvernya, dan aku duduk di bangku belakang. Dengan muka sedikit BT kerja hari pertama udah dibentak bentak pula, ahh dunia kerja emang kaya gini kali yaa,bos suka bentak bentak seenaknya. “Cel, duduk depan gih emang aku pikir aku supir kamu!!” ucapnya yang sedikit membentak dan tetap judes mengagetkanku dari lamunan, ugft maksud aku kan menghormati dia, karna dia bos aku gag setara duduk sebelahan, ahhh gag tau deh, dia ini dulu tinggal dimana sih???gag ngerti banget aturan orang JAWA harus menghormati yang LEBIH TUA.atau emang aturan orang jawa yang terlalu ribet gag taulah. Aku nurut aja dengan langkah lesu duduk sebelahnya.
Suasana sunyi sebentar, aku juga masih enggan memulai pembicaraan mau bicara apa coba ke orang yang baru aku kenal bos aku pula,dan JUDES pula ugft bikin males, tapi mau belajar banyak hal sih,,gag pentinglah sama si JUDES ini, coba kalau sepantaran lebih gampang kali yaa komunikasinya. “rencana lulus mau ngapain?/” Gerald mencairkan suasana. “haa..” kebiasaanku!! Selalu memulai kata  “HA?”kalau kaget. Dengan mata sedikit melotot “ehmm kerja” ucapku datar.” Gag kul?? “ “pengennya,tp sepertinya gag ada biaya..”  “gag ada biaya apa males?” “gag ada biayaaaa…” jawabku sebel. Dia tertawa “sama bos kamu bisa bentak juga yaa?? Blm satu hari” aku cengar cengir dan cmn bisa tersenyum malu. Ahh gimana sih aku ini gag bisa kontrol diri banget, untuk sedikit lembut inget Celin kamu lagi kerja kerja..hormati bos kamu biarpun gag banget, ugft untung cakep..”yaa maap abis….” Aku belum melanjutkan kata kataku.”Aku kan cuman berpendapat, koq jadi sewot” balas Erald dengan senyum sinisnya.
Gilaa yaa ni orang lama lama NYEBELINN…gag dipikir dulu apa kalau ngomong, iyaa situ berduit ugft sombong!!.”iyaa maap…” jawbaku datar malas,yaa males berdebat dengan orang kaya yang sok seperti dia!
Di acara wedding, aku mulai bergerak cepat untuk mengikuti Gerald dan selalu ada disisi dia udah seperti bebek membututi induknya, kemana Gerald pergi aku ada disampingnya bener2 melelahkan, bolak balik aku suruh ganti stand n lensa kamera, memindah2 sesekali Gerald mengajariku memotret, dan bolak balik aku mengganti background buat potho. Hanya satu kata “CAPEEKKK!!
****
Sesampai dirumah Aku merebahkan diriku ditempat tidur, benar benar hari yang melelahkan, aku beranjak untuk mandi dan istirahat sebentar karena 2 jam lagi aku harus  mengajar les dirumah.
“gimana hari pertama kerja Cel?” ucap ayah diruang tamu “lumayan lah yah” Aku mengambil remot tv dan mulai menyalahkannya.”lumayan gimana maksudnya?” kali ini ibu yang bertanya.”yaa lumayan, Celin bisa belajar banyak hal bu’..khususnya potografi, celin suka koq meskipun awalnya agag kaget karna gag mengerti sama sekali..tp da mulai bisa beradaptasi.” “oo baguslah ..”balas ibu. Ayah tersenyum ke arahku sambil manggut manggut setuju dengan ucapan ibu. “Celin bobo ya bu, yah besok harus kerja lagi pagi pagi”,Aku mematikan  televisi dan menaruh remot tvnya disebelahnya, gag ada acara yang bagus lebih baik aku mendengarkan musik, hmm emang aku sangat jarang menonton televisi membosankan cerita2 sinetronnya, gag jarang ceritanya malah dibikin semakin rumit, dan kadang malah gag masuk akal, ahh namanya juga sinetron mereka kan cmn utamain sisi keuntungan yaitu duit duit dan duit, ahh ngapain aku jadi mikir panjang lebar sih. Bergegas aku menuju ke kamarku dan merebahkan diriku ke tempat tidurku.
Abi, ahh sosok itu mulai terngiang dipikiranku kembali walaupun tak sesakit dulu, aku merindukannya, hati ini mungkin sudah mulai menerima kehilangan sosok Abi, meskipun masih tetap ingin mencari tahu dimana Abi sebenarnya.Ku putar mp3 di hpku benar2 mewakili perasaan aku saat ini.
saat aku tertawa di atas semua
saat aku menangisi kesedihanku
aku ingin engkau selalu ada
aku ingin engkau aku kenang

selama aku masih bisa bernafas
masih sanggup berjalan
ku kan slalu memujamu
meski ku tak tahu lagi
engkau ada di mana
dengarkan aku ku merindukanmu
saat aku mencoba merubah segalanya
saat aku meratapi kekalahanku
aku ingin engkau selalu ada
aku ingin engkau aku kenang
….
(D masiv Merindukanmu)
Lagu ini semakin membuatku larut dalam bayang bayang Abi,  ingin aku mendekapnya dan mengatakan  bahwa aku merindukannya, aku masih menginginkannya dan berharap dia benar2 ada didepanku didekatku memelukku, ahhhh!! Stop Celin!!!
Ringtone Ponsel mengagetkan lamunanku…
“Halo”
“hai Cel, pa kabar?”
“baik”
“Lagi apa??” Tanya josh
“mau istirahat capeeek…” jawabku ogah ogahan, ngantuk banget
“loh?/ emang abis ngapain??”
udah mulai kerja partime ni josh..”
“oyaaa??” jwb josh sedikit kaget.
“dimana Cel?”
di studio potho milik anak temennya ayah”
“oo,selamat yaa..enak gag??
“hmm yaa lumayan lah tp bosnya bikin males, nyebelin!!”
 “masa sih??”nada bicara  Josh  seperti tak percaya
“iyaa menyebalkan, ganteng sih ganteng, masih lumayan muda tp juteknya itu ,ugft..bikin males, tp tetep mau kerja sih, cz aku suka sama dunia fotografi”
bukannya cocok sama kamu??,kamu kan suka jutek ma cowok..”
“ihh sok tau bgt” kita tertawa bersama, rasa kantukku sedikit hilang gara gara josh.
“udah ah josh bo2 aja,besok pagi harus kerja lagi, klo telat dia ntar pasti ngomel2 gag jelas”
“oo gtu selamat deh heheh, yudah met bo2 Cel, nice dream” KLIK..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Fair n Lovely Powder Cream 2-1, Bebas Kilap Seharian (Bye-bye bedak, helo wajah halus natural)

Memiliki pekerjaan yang diharuskan untuk ber- makeup setiap hari,  terkadang beban sendiri bagi saya secara pribadi, karena pa...