BAB XII
YEAHHH…PART TIME…….
Dua
hari setelah percakapan telepon bersama Josh, ayahku memanggilku lalu bercerita
dengan antusias kalau dia bertemu dengan teman lamanya, anak temannya sudah
menjadi fotografer profesional, dan sedang mencari pegawai magang, hanya untuk
1-2 bulan, ayah menawarkan padaku untuk melamar bekerja magang di sana, aku
berpikir wah boleh juga neeh, lumayan untuk mengisi waktu luang plus belajar
menambah pengetahuan, wawasan, dan uang tentunya.
Aku
semangat menuju ke studio photo anaknya temen lama ayah itu dan suruh memberikan
kartu nama yang ayah kasih, kalau aku sudah sampai disana. Aku membolak balikkan
kartu nama itu. Di kartu nama itu tertulis nama Gerald J. Putra, hmm mungkin ini
kartu nama pemiliknya, pikirku.
“Permisi
mbak, boleh saya bertemu dengan orang yang ada dikartu nama ini?” Aku
menyodorkan sebuah kartu nama ke wanita cantik,dan bertubuh langsing dan
berkulit putih,dia menjawab ramah dan menyuruhku menunggu.
Setelah
beberapa menit aku dipersilahkan masuk kedalam, suasananya agag aneh dan
sedikit gelap,disetiap sisi ruangan terdapat potho2 dengan berbagai ukuran mulai
dari yang terkecil sampai yang terbesar, terpampang rapi dan indah.
“masuk”
ucap seseorang bertubuh tegap, tinggi, berkulit putih, masih samar aku liat,
karena dia tidak melihat ke arahku tapi sedang sibuk dengan kamera yang diotak
atiknya. Aku masuk keruangan tersebut dengan sedikit perasaan aneh., dan yang
lebih aneh,jantungku berdegup kencang tak karuan dan aku masih tidak tahu apa
penyebabnya. Mungkin karena grogi mau kerja di tempat baru.
Cukup
lama aku berdiri melihat sosok lelaki muda itu mengatur lighting dan
memperbaiki letak lensa kameranya,
“upss
swory keasyikan…” ucapnya setelah dia sadar aku berdiri terpaku beberapa
langkah di depannya dan mulai sedikit BT. ihh dasar sok kecakepan!! Aku kesal
dibiarkan terpaku kaya patung berdiri. “Silahkan duduk” .
Ohhh
GOD gila setelah aku liat wajahnya dalam dalam cakeeep banget,,,arghh hidungnya
mancung,kulitnya putih bersih dan rambut cepaknya,upss tumben aku berasa normal
kali ini,apa saking cakepnya nih cowok yaa???akunya jadi OVER..!! stop kamu mau
kerja Celin!!. Baru kali ini aku memuji cowok secakep dia.
”ooo
jadi ini, anaknya temen papa, boleh juga…”ucapnya sambil manggut2 melihati aku..Haa?? maksudnya?? Aku gag ngerti dengan
kata2nya. “Sebelumnya udah pernah kerja partime” tanyanya kepadaku,aku sedikit
kaget dan mencoba mengatur pikiranku agar tidak kelihatan kalau sedang larut dalam
pikiran sendiri “eeh.belum” blsku sedikit aneh.
“trus
mau kerja apa coba??” tanyanya sinis,,, gilaa cakep sih cakeep tp cara
ngomongnya bikin aku langsung ilfeel. “yaa apa aja,aku mau asalkan buat nambah
pengalaman” jwbku standart sebenarnya sedikit kesal,kesannya menghina bgt,bener
nih anak temen ayah,ugft,ngapain tadi aku muji2 dia..BETE!
“oo
gtu okeee,,mulai besok kamu jadi assisten aku, setiap aku ada kerjaan atau
event kamu bantu2in,trs kamu juga bisa belajar sedikit tentang dunia fotografi.”
“ooo oke pak..” aku mengangguk “apa??...PAK????” tanyanya sedikit menekankan
dan keras, seolah tak trima dengan panggilanku barusan. gilaa KAGET!, ihh trs aku harus panggil apa coba?? Atasan
kan wajar dipanggil Pak,gag peduli masih muda, namanya juga menghormati, ugft
sensitive amat sih. ”emang aku udah seperti bapak bapak apa???” lanjutnya
ketus, ugft baru kali ini ketemu orang ketus cowok pula. Ibunya dulu ngidam
petasan rasa cabai kali yaa. “Panggil aku Erald aja” lanjutnya Aku diam tak
mengeluarkan sepatah katapun.”tapi kan Anda atasan saya,aneh rasanya..”
balasku.”Mas Erald saja yaa gmn??” rasanya aneh bagi aku yang udah terbiasa
tidak memanggil nama langsung untuk orang lang lebih tua beberapa tahun diatas
aku, apalagi cowok didepanku ini bakal menjadi bos aku dan usinya seperti 7-8
tahun diatas aku. “emang aku kliatan kaya mas mas?? Jangan karna kamu masih
anak SMA yaa ngira aku udah tua,udah ahh Erald aja apa susahnya sih” Jawabnya
makin ketus judes. UGFT GEMES SOK BANGET!!!
Hedew
apa perlu aku jelasin, kalau sebutan “mas” kan dsini itu untuk menghormati
seseorang yang lebih tua,bukan orang jawa sih kliatannya pantes gag ngerti
panggilan “mas” atau mungkin bagi dia kliatan kampungan kali yaa? Huft
“Oke,Pak,upss
Mas,,upss Erald” hedew tuh kan jadi terbata2 ngomongnya. Aku berusaha untuk
terbiasa memanggil hanya namanya saja tanpa sapaan Pak atau Mas, yang bersifat
menghormati. Dan itu susah!! Aneh rikuh…
“Oke..besok
jam 7 pagi kamu sudah harus ada disini, karena besok ada pemotretan buat event
wedding pagi2”.Aku mengangguk. “Selamat bergabung” dia mengulurkan tangannya
untuk menjabat tanganku.Aku menyambutnya, dan dia sedikit tersenyum, tp tetap raut
muka judesnya tidak bisa dihilangkan begitu saja.
Aku
pulang dengan semangat,yes besok kerja gag peduli berapa gajinya tp setidaknya
aku punya pengalaman baru dibidang fotografi. Yesss!! Semangat Celin. Aku
senyum senyum sendiri.
*****
“bagus
udah sampai” ucap si Gerald bos aku yang galak ini, bukan ding!! lebih ke cuek, n
sok bahasa jawanya KEMENYEK!!!. Aku hanya mengangguk.
“Ikut
aku sini..”aku mengikuti langkahnya, bantuin angkutin tas ini yaa ke mobil, dia mengarahkan aku ke 2 tas
ransel, entah apa isinya. Jujur aku sedikit tidak mengerti tentang dunia
fotograti dan semuanya yang terlibat didalamnya. Tapi aku suka, gak menyangka banyak juga
perlengakapannya, kaya mau bkin tenda kali yaa,tau ahh..”Ati ati yaa Cel, bawanya ada beberapa
lensa kamera di dalamnya” aku mengangguk, ahhh
kerjanya suruh angkat2 toh not bad lah..
“ayoo
cepet Cel, jgn lelet yaa” ucap Gerald di depan pintu mobil. Gila nih
cowok, kasar amat ngomongnya ugft dasar judes!!,dipikirnya gag berat apa??
Bukannya tadi bilang sendiri kalau berat?? Ugft dasar. “iyaaaa” jawabku BT, dia
hanya diam memandang sinis ke arahku.
Dia
masuk ke dalam mobil Avansa Silvernya, dan aku duduk di bangku belakang. Dengan
muka sedikit BT kerja hari pertama udah dibentak bentak pula, ahh dunia kerja
emang kaya gini kali yaa,bos suka bentak bentak seenaknya. “Cel, duduk depan gih
emang aku pikir aku supir kamu!!” ucapnya yang sedikit membentak dan tetap
judes mengagetkanku dari lamunan, ugft maksud aku kan menghormati dia, karna dia
bos aku gag setara duduk sebelahan, ahhh gag tau deh, dia ini dulu tinggal
dimana sih???gag ngerti banget aturan orang JAWA harus menghormati yang LEBIH TUA.atau
emang aturan orang jawa yang terlalu ribet gag taulah. Aku nurut aja dengan
langkah lesu duduk sebelahnya.
Suasana
sunyi sebentar, aku juga masih enggan memulai pembicaraan mau bicara apa coba
ke orang yang baru aku kenal bos aku pula,dan JUDES pula ugft bikin males, tapi
mau belajar banyak hal sih,,gag pentinglah sama si JUDES ini, coba kalau
sepantaran lebih gampang kali yaa komunikasinya. “rencana lulus mau ngapain?/”
Gerald mencairkan suasana. “haa..” kebiasaanku!! Selalu memulai kata “HA?”kalau
kaget. Dengan mata sedikit melotot “ehmm kerja” ucapku datar.” Gag kul?? “
“pengennya,tp sepertinya gag ada biaya..” “gag ada biaya apa males?” “gag ada biayaaaa…”
jawabku sebel. Dia tertawa “sama bos kamu bisa bentak juga yaa?? Blm satu hari”
aku cengar cengir dan cmn bisa tersenyum malu. Ahh gimana sih aku ini gag bisa
kontrol diri banget, untuk sedikit lembut inget Celin kamu lagi kerja
kerja..hormati bos kamu biarpun gag banget, ugft untung cakep..”yaa maap
abis….” Aku belum melanjutkan kata kataku.”Aku kan cuman berpendapat, koq jadi
sewot” balas Erald dengan senyum sinisnya.
Gilaa
yaa ni orang lama lama NYEBELINN…gag dipikir dulu apa kalau ngomong, iyaa situ
berduit ugft sombong!!.”iyaa maap…” jawbaku datar malas,yaa males berdebat
dengan orang kaya yang sok seperti dia!
Di
acara wedding, aku mulai bergerak cepat untuk mengikuti Gerald dan selalu ada
disisi dia udah seperti bebek membututi induknya, kemana Gerald pergi aku ada
disampingnya bener2 melelahkan, bolak balik aku suruh ganti stand n lensa
kamera, memindah2 sesekali Gerald mengajariku memotret, dan bolak balik aku
mengganti background buat potho. Hanya satu kata “CAPEEKKK!!
****
Sesampai
dirumah Aku merebahkan diriku ditempat tidur, benar benar hari yang melelahkan,
aku beranjak untuk mandi dan istirahat sebentar karena 2 jam lagi aku
harus mengajar les dirumah.
“gimana
hari pertama kerja Cel?” ucap ayah diruang tamu “lumayan lah yah” Aku mengambil
remot tv dan mulai menyalahkannya.”lumayan gimana maksudnya?” kali ini ibu yang
bertanya.”yaa lumayan, Celin bisa belajar banyak hal bu’..khususnya potografi,
celin suka koq meskipun awalnya agag kaget karna gag mengerti sama sekali..tp
da mulai bisa beradaptasi.” “oo baguslah ..”balas ibu. Ayah tersenyum ke arahku
sambil manggut manggut setuju dengan ucapan ibu. “Celin bobo ya bu, yah besok
harus kerja lagi pagi pagi”,Aku mematikan
televisi dan menaruh remot tvnya disebelahnya, gag ada acara yang bagus
lebih baik aku mendengarkan musik, hmm emang aku sangat jarang menonton
televisi membosankan cerita2 sinetronnya, gag jarang ceritanya malah dibikin
semakin rumit, dan kadang malah gag masuk akal, ahh namanya juga sinetron
mereka kan cmn utamain sisi keuntungan yaitu duit duit dan duit, ahh ngapain
aku jadi mikir panjang lebar sih. Bergegas aku menuju ke kamarku dan merebahkan
diriku ke tempat tidurku.
Abi,
ahh sosok itu mulai terngiang dipikiranku kembali walaupun tak sesakit dulu,
aku merindukannya, hati ini mungkin sudah mulai menerima kehilangan sosok Abi,
meskipun masih tetap ingin mencari tahu dimana Abi sebenarnya.Ku putar mp3 di
hpku benar2 mewakili perasaan aku saat ini.
saat aku tertawa di atas semua
saat aku menangisi kesedihanku
aku ingin engkau selalu ada
aku ingin engkau aku kenang
selama aku masih bisa bernafas
masih sanggup berjalan
ku kan slalu memujamu
saat aku menangisi kesedihanku
aku ingin engkau selalu ada
aku ingin engkau aku kenang
selama aku masih bisa bernafas
masih sanggup berjalan
ku kan slalu memujamu
meski ku tak tahu lagi
engkau ada di mana
dengarkan aku ku merindukanmu
engkau ada di mana
dengarkan aku ku merindukanmu
saat aku mencoba merubah segalanya
saat aku meratapi kekalahanku
aku ingin engkau selalu ada
aku ingin engkau aku kenang….
saat aku meratapi kekalahanku
aku ingin engkau selalu ada
aku ingin engkau aku kenang….
(D
masiv Merindukanmu)
Lagu
ini semakin membuatku larut dalam bayang bayang Abi, ingin aku mendekapnya dan mengatakan bahwa aku merindukannya, aku masih
menginginkannya dan berharap dia benar2 ada didepanku didekatku memelukku,
ahhhh!! Stop Celin!!!
Ringtone
Ponsel mengagetkan lamunanku…
“Halo”
“hai Cel, pa kabar?”
“baik”
“Lagi apa??” Tanya josh
“mau istirahat capeeek…” jawabku ogah ogahan, ngantuk banget
“loh?/ emang abis ngapain??”
“udah mulai kerja partime ni josh..”
“oyaaa??” jwb josh sedikit kaget.
“dimana Cel?”
“di studio potho milik anak temennya ayah”
“oo,selamat yaa..enak gag??
“hmm yaa lumayan lah tp bosnya bikin
males, nyebelin!!”
“masa sih??”nada bicara Josh seperti tak percaya
“iyaa menyebalkan, ganteng sih ganteng,
masih lumayan muda tp juteknya itu ,ugft..bikin males, tp tetep mau kerja sih,
cz aku suka sama dunia fotografi”
“bukannya cocok sama kamu??,kamu kan suka
jutek ma cowok..”
“ihh sok tau bgt” kita tertawa bersama, rasa kantukku
sedikit hilang gara gara josh.
“udah ah josh bo2 aja,besok pagi harus
kerja lagi, klo telat dia ntar pasti ngomel2 gag jelas”
“oo gtu selamat deh heheh, yudah met bo2
Cel, nice dream” KLIK..

Tidak ada komentar:
Posting Komentar